Latucip Band Jadi Etalase Pembinaan, Studio Musik Lapas Kelas I Cipinang Asah Karakter Warga Binaan

Latucip Band Jadi Etalase Pembinaan, Studio Musik Lapas Kelas I Cipinang Asah Karakter Warga Binaan

Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang hadirkan studio musik bukan sekadar sebagai fasilitas hiburan, tetapi sebagai ruang pembinaan kepribadian yang strategis. Melalui studio musik, Warga Binaan diberi ruang untuk mengekspresikan diri, membangun kepercayaan diri, serta mengasah disiplin dan kerja sama—nilai-nilai penting dalam proses reintegrasi sosial.

Fasilitas ini dimanfaatkan secara aktif oleh Warga Binaan yang memiliki minat dan bakat di bidang musik. Dari ruang latihan inilah terbentuk Latucip Band, kelompok musik binaan yang kerap dipercaya tampil dalam berbagai acara resmi di lingkungan kantor. Kepercayaan tersebut menjadi indikator nyata bahwa pembinaan tidak berhenti pada aktivitas internal, tetapi menghasilkan representasi positif Pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan pembinaan kepribadian harus memberi ruang tumbuh yang sehat, aman, dan bermakna bagi Warga Binaan. “Studio musik ini kami hadirkan sebagai ruang pembinaan yang humanis. Di sini Warga Binaan belajar menyalurkan emosi secara positif, membangun kepercayaan diri, dan bertanggung jawab atas proses latihan hingga tampil di ruang publik. Ketika mereka dipercaya tampil di acara resmi, itu adalah hasil pembinaan yang nyata,” ujarnya, Senin (9/2).

Sejalan dengan itu, Kepala Bidang Pembinaan, Iwan Setiawan, menyampaikan musik menjadi medium efektif dalam membentuk karakter dan stabilitas emosional Warga Binaan. “Musik mengajarkan disiplin, kerja tim, dan konsistensi. Latihan rutin dan tampil di depan publik melatih Warga Binaan untuk mengelola emosi, percaya diri, dan bertanggung jawab. Ini soft skill penting yang sangat dibutuhkan saat mereka kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Salah satu Warga Binaan yang aktif berlatih di studio musik, ADR, merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut. “Latihan musik bikin pikiran lebih tenang. Saya bisa belajar alat musik, bernyanyi, dan mengekspresikan perasaan dengan cara yang positif. Saat dipercaya tampil bersama Latucip Band, rasanya seperti dihargai dan dipercaya,” ungkapnya.

Melalui pengelolaan studio musik dan pembinaan Latucip Band, Lapas Kelas I Cipinang menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya struktural, tetapi juga menyentuh aspek emosional dan psikologis Warga Binaan. Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 – Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA dalam mewujudkan pembinaan yang humanis, akuntabel, dan berdampak nyata. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Kelas I Cipinang 
 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0