Lawan TBC, Klinik Lapas Narkotika Karang Intan Evaluasi Pengobatan Warga Binaan

Lawan TBC, Klinik Lapas Narkotika Karang Intan Evaluasi Pengobatan Warga Binaan
Lawan TBC, Klinik Lapas Narkotika Karang Intan Evaluasi Pengobatan Warga Binaan

Karang Intan, INFO_PAS – Komitmen pemeliharaan kesehatan WARGA BINAAN terus ditunjukkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Selasa (31/3), melalui Klinik Pratama, petugas kesehatan melaksanakan pengambilan dahak (pemeriksaan Bakteri Tahan Asam/BTA) sebagai tindak lanjut bulan ke-6 pengobatan Tuberkulosis (TB SO) terhadap 18 orang Warga Binaan.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas Narkotika Karang Intan dengan Puskesmas Karang Intan 1 yang berada di bawah pengawasan langsung pengelola program TB. Adapun sampel dahak yang telah diambil kemudian dilakukan pemeriksaan BTA di Puskesmas Karang Intan 1 guna memastikan hasil yang akurat sesuai standar layanan kesehatan.

Pemeriksaan BTA menjadi indikator utama dalam mengevaluasi keberhasilan pengobatan TB yang telah dijalani selama enam bulan. Dengan prosedur yang dilakukan secara teliti dan sesuai standar medis, para Warga Binaan mengikuti proses pengambilan sampel dengan tertib dan penuh kesadaran.

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar yang wajib dipenuhi, termasuk bagi Warga Binaan.

“Kami berkomitmen memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi seluruh Warga Binaan. Melalui kerja sama dengan Puskesmas Karang Intan 1, kami memastikan pengobatan TBC berjalan sesuai standar dan dalam pengawasan yang tepat. Ini juga menjadi langkah nyata dalam mencegah penyebaran penyakit menular di dalam Lapas,” ujar Yugo.

Sementara itu, perawat Klinik Lapas Narkotika Karang Intan, Anjar Ani, menjelaskan bahwa pemeriksaan BTA di bulan ke-6 merupakan tahap penting dalam menentukan keberhasilan terapi yang dijalani Warga Binaan.

“Pemeriksaan ini sangat penting untuk melihat respons tubuh terhadap pengobatan yang telah dijalani. Jika hasilnya negatif, maka pasien dinyatakan berhasil dalam terapi, namun jika masih positif, akan dilakukan evaluasi lanjutan,” jelas Anjar.

Lebih dari sekadar layanan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian dan pembinaan yang menyeluruh terhadap Warga Binaan. Lingkungan yang sehat menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana pembinaan yang kondusif, sekaligus menekan risiko penularan penyakit di dalam Lapas.

Melalui langkah ini, Lapas Narkotika Karang Intan diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mendukung program nasional penanggulangan TBC, serta memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat secara luas. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Narkotika Karang Intan

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0