Lewat Kebaktian, Warga Binaan Kristiani Lapas Wahai Bangun Pengharapan di Tengah Kekeringan

Lewat Kebaktian, Warga Binaan Kristiani Lapas Wahai Bangun Pengharapan di Tengah Kekeringan

Wahai, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus fasilitasi ibadah sebagai pembinaan kepribadian dan penguatan mental spiritual bagi Warga Binaan. Kali ini, kebaktian bagi Warga Binaan Kristiani dilakukan dengan mengusung tema “Bersama Berdoa, Bertobat dan Menjaga Ciptaan Tuhan” di Gereja Ebenhaezer, Kamis (17/9).

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan kebaktian ini merupakan pembinaan kepribadian yang tidak hanya berorientasi pada kehidupan spiritual, tetapi juga membangun kesadaran dan tanggung jawab Warga Binaan. “Ibadah kali ini menjadi momentum bagi kita semua untuk mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperkuat kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Kita berharap musim kemarau berakhir dan kebutuhan air tercukupi, baik bagi kita maupun untuk program ketahanan pangan yang kita geluti. Pada saat yang sama, kita juga harus menjaga dan menggunakan air dengan bijaksana,” pesannya.

Pada kesempatan itu, Pendeta Lidya Alfons dalam khutbahnya melalui bacaan Alkitab dari 2 Tawarikh 7:13–14 menyampaikan kondisi kekeringan hendaknya tidak hanya dipandang sebagai persoalan yang harus dihadapi secara jasmani, tetapi juga menjadi momentum untuk berbalik dari jalan yang salah, mendekatkan diri kepada Tuhan, melakukan introspeksi, dan memperbaiki kehidupan. “Firman Tuhan dalam 2 Tawarikh 7:13–14 mengajarkan ketika menghadapi kekeringan dan keadaan sulit, kita tidak hanya datang untuk meminta pertolongan Tuhan, tetapi juga merendahkan diri, berdoa dan melakukan pertobatan. Karena itu, mari kita jadikan keadaan ini sebagai kesempatan untuk mengevaluasi diri dan makin dekat kepada Tuhan,” ajaknya.

Salah seorang Warga Binaan, MH, mengungkapkan kegiatan tersebut memberikan ketenangan sekaligus mengingatkan dirinya untuk terus memperbaiki kehidupan. “Kami tidak hanya berdoa seperti biasanya, tetapi juga diingatkan untuk memperbaiki diri, saling peduli dan menjaga lingkungan. Kami berharap Tuhan memberikan hujan yang cukup bagi masyarakat dan seluruh kebutuhan di Lapas,” harap MH.

Kebaktian tersebut sejalan dengan landasan pembinaan kepribadian yang menekankan pertobatan, introspeksi diri, doa dan pengharapan kepada Tuhan, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, Lapas Wahai berharap nilai-nilai spiritual yang dibangun terus menjadi proses pembinaan sehingga Warga Binaan tidak hanya memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama dan lingkungan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Wahai

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0