Rutan Pelaihari Gandeng UMKM Perluas Pasar Telur Asin Hasil Pembinaan Warga Binaan
Pelaihari, INFO_PAS - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari gandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Rutan untuk memperluas pemasaran telur asin hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan, Rabu (16/9).
Langkah ini bagian dari pengembangan pembinaan kemandirian yang tidak hanya berfokus pada kemampuan memproduksi, tetapi juga membuka akses pemasaran bagi hasil keterampilan Warga Binaan.
Melalui kolaborasi dengan UMKM, telur asin produksi Warga Binaan ditawarkan kepada konsumen. Keterlibatan pelaku usaha menjadi jembatan agar produk pembinaan dapat dipasarkan di luar lingkungan Rutan dan dikenal masyarakat.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Pelaihari, Galang Tresno Prakoso, mengatakan perluasan pemasaran tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, agar hasil pembinaan memiliki nilai dan dapat dikembangkan.
“Arahan Karutan, hasil pembinaan harus memiliki nilai dan keberlanjutan. Warga Binaan tidak hanya diajarkan bagaimana membuat produk, tetapi juga perlu memahami bahwa produk tersebut harus dijaga kualitasnya, dikemas dengan baik, dan memiliki akses untuk sampai kepada konsumen,” ujar Galang.
Menurutnya, kerja sama dengan UMKM memberikan pengalaman mengenai proses usaha secara lebih utuh. Warga Binaan dapat memahami tahapan lanjutan setelah produksi, termasuk pemasaran produk.
Salah seorang konsumen, Lala, mengapresiasi telur asin hasil pembinaan Warga Binaan Rutan Pelaihari. Menurutnya, produk tersebut menarik karena selain dapat dikonsumsi, pembelian produk juga turut mendukung proses pembinaan.
“Telur asinnya enak dan rasanya pas. Saya juga senang karena dengan membeli produk ini kita ikut mendukung hasil pembinaan Warga Binaan agar mereka punya keterampilan dan semangat untuk menjadi lebih mandiri,” ujar Lala.
Telur asin merupakan salah satu produk pembinaan kemandirian Rutan Pelaihari yang dikerjakan melalui tahapan pemilihan bahan, pengasinan, pematangan, hingga pengemasan. Proses tersebut menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk melatih ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan konsistensi dalam menghasilkan produk.
Rutan Pelaihari terus dorong pengembangan produk pembinaan dengan membuka akses pemasaran dan menggandeng pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan produk sekaligus memberi pengalaman kepada Warga Binaan dalam mengembangkan keterampilan dan usaha. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Pelaihari
What's Your Reaction?


