Lima Kali Sepekan, Lapas Takalar Maksimalkan Program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an

Lima Kali Sepekan, Lapas Takalar Maksimalkan Program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an

Takalar, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar terus perkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui peningkatan keimanan dan bekal spiritual sebagai bagian dari upaya mencegah pengulangan tindak pidana. Salah satu program yang dimaksimalkan ialah pemberantasan buta aksara Al-Qur’an.

Program pembinaan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Takalar dan berlangsung secara rutin lima kali dalam sepekan, mulai Senin hingga Jumat. Kegiatan dibimbing langsung oleh para penyuluh Kemenag Takalar.

Salah satu penyuluh, Baharuddin, menjelaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga disertai penanaman nilai-nilai akhlak.

“Selain belajar membaca Al-Qur’an, jika ada kesempatan kami juga menyisipkan pembinaan akhlak kepada mereka,” ujarnya, Rabu (28/1).

Kepala Lapas Takalar, Mansur, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian menjadi prioritas utama dalam proses Pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan rohani berperan penting dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku Warga Binaan.

“Kami memaksimalkan pembinaan kepribadian agar Warga Binaan mampu menyadari kesalahan dan tidak mengulangi tindak pidana. Melalui program ini, sudah banyak Warga Binaan yang kini mampu membaca Al-Qur’an,” jelas Mansur.

Mansur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan di Lapas Takalar, khususnya Kemenag dan Wahdah Takalar.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin. Kontribusi mereka sangat besar dalam menyukseskan pembinaan kepribadian di Lapas Takalar. Kami berharap program ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Warga Binaan,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang Warga Binaan, RD, mengaku bersyukur dapat kembali mendekatkan diri dengan Al-Qur’an selama menjalani masa pembinaan.

“Mungkin inilah hikmah saya berada di sini. Saya bisa kembali belajar dan mendekatkan diri dengan Al-Qur’an,” ungkapnya. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Takalar

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0