Ludes dalam Tiga Hari, Telur Asin RuRa Diminati Masyarakat
Rantau, INFO_PAS – Telur Asin RuRa, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau, kembali mencuri perhatian masyarakat. Seluruh stok produksi sebelumnya habis terjual hanya dalam waktu tiga hari sehingga Rutan Rantau kembali memproduksi telur asin bersama Warga Binaan di area pembinaan kerja, Jumat (10/7).
Tingginya minat masyarakat terhadap produk olahan hasil karya Warga Binaan tersebut menjadi dorongan bagi Rutan Rantau untuk tingkatkan produksi sekaligus perkuat pembinaan kemandirian. Selain menjadi produk unggulan UMKM, Telur Asin RuRa juga tunjukkan bahwa hasil pembinaan mampu hasilkan produk berkualitas dan memiliki daya saing.
Dalam proses produksi, Warga Binaan terlibat pada seluruh tahapan, mulai dari pemilihan telur, pembuatan adonan pengasin, pemeraman, pembersihan, perebusan, hingga pengemasan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keterampilan yang membekali Warga Binaan dengan kemampuan praktis sekaligus menumbuhkan etos kerja, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Rantau, Darmawan Saputra, mengatakan program UMKM Telur Asin RuRa beri manfaat nyata bagi Warga Binaan.
"Tingginya antusiasme masyarakat terhadap Telur Asin RuRa menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan program pembinaan ini. Produk yang habis terjual dalam waktu tiga hari menunjukkan bahwa hasil karya Warga Binaan memiliki kualitas dan daya saing. Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan sehingga Warga Binaan memperoleh keterampilan sekaligus pengalaman berwirausaha yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat," ujarnya.
Staf pembinaan UMKM, Noorhikmah, menjelaskan seluruh proses produksi dilaksanakan sesuai standar dengan pendampingan petugas pada setiap tahapan.
"Kami terus memberikan bimbingan agar Warga Binaan memahami teknik produksi yang baik, menjaga kualitas produk, serta membiasakan mereka bekerja secara teliti, kompak, dan bertanggung jawab. Meningkatnya permintaan dari masyarakat menjadi bukti bahwa produk Telur Asin RuRa diterima dengan baik dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas hasil produksi," jelasnya.
Salah seorang Warga Binaan, DD, mengaku bangga karena hasil kerja mereka mendapat apresiasi dari masyarakat.
"Saya merasa senang ketika mengetahui telur asin yang kami buat cepat habis terjual. Itu menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan bekerja lebih baik. Semoga keterampilan yang saya dapatkan di sini bisa menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri setelah bebas nanti," ungkapnya. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Rantau
What's Your Reaction?


