Merawat Iman di Balik Pembinaan, Warga Binaan Nasrani Lapas Batulicin Ikuti Ibadah Daring
Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin fasilitasi ibadah daring bagi Warga Binaan beragama Nasrani, Senin (20/7). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pembinaan tersebut terselenggara melalui kerja sama Yayasan Pendidikan Warga Binaan Pemasyarakatan (YPWBP) Cahaya Kasih dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Ibadah berlangsung khusyuk dengan mengangkat tema pentingnya memelihara iman dalam setiap perjalanan kehidupan. Melalui layanan daring, Warga Binaan tetap dapat mengikuti ibadah sebagai bagian dari pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperkuat iman, membangun harapan, dan memperoleh ketenangan selama menjalani masa pembinaan. Petugas turut mendampingi pelaksanaan ibadah agar berlangsung tertib serta memastikan hak beribadah setiap Warga Binaan terpenuhi.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, mengatakan pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam membentuk karakter Warga Binaan selama menjalani masa pidana.
"Melalui ibadah yang dilaksanakan secara rutin, kami ingin memastikan iman Warga Binaan tetap terpelihara. Keteguhan iman diharapkan menjadi kekuatan untuk menjalani pembinaan dengan penuh harapan dan tanggung jawab," ujar Harry.
Salah seorang Warga Binaan, S, mengaku ibadah daring memberi ketenangan dan memperkuat keyakinannya kepada Tuhan.
"Ibadah ini membuat saya semakin dekat dengan Tuhan dan tidak kehilangan harapan. Saya percaya iman yang terus dirawat akan menuntun saya menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat," ungkap S.
Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan agar memiliki kekuatan spiritual dan karakter yang baik.
"Merawat iman merupakan bagian penting dari proses pembinaan di Lapas. Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan kerohanian yang berkelanjutan agar setiap Warga Binaan memiliki kekuatan spiritual, karakter yang baik, dan harapan untuk membangun masa depan yang lebih bermakna," tegas Thoha.
Pelaksanaan ibadah daring ini menjadi bagian dari upaya Lapas Batulicin penuhi hak beribadah Warga Binaan sekaligus dukung pembinaan kepribadian melalui penguatan nilai-nilai spiritual. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


