Olah Pakan Sendiri, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Operasikan Mesin Produksi Pakan Ikan

Olah Pakan Sendiri, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Operasikan Mesin Produksi Pakan Ikan

Banjarmasin, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan produktif. Kamis (5/3), Warga Binaan produksi pakan ikan secara mandiri menggunakan mesin produksi di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan budidaya perikanan yang dikelola Warga Binaan di lingkungan Lapas. Proses pembuatan pakan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pencampuran bahan baku, penggilingan, hingga pencetakan pakan berbentuk pelet menggunakan mesin produksi.

Seluruh tahapan berlangsung di bawah pengawasan petugas untuk memastikan kualitas pakan tetap terjaga dan sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya, seperti papuyu dan lele yang dipelihara di kolam SAE 2.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pakan secara mandiri, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan teknis bagi Warga Binaan, khususnya dalam pengoperasian mesin produksi serta pemahaman proses produksi pakan.

Salah satu Warga Binaan, ST, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa proses produksi pakan membutuhkan ketelitian serta kerja sama antar-Warga Binaan.

“Saya baru pertama kali belajar mengoperasikan mesin seperti ini. Ternyata butuh ketelitian dan kerja sama. Senang rasanya bisa ikut memproduksi pakan untuk ikan yang kami pelihara sendiri,” ujarnya.Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menjelaskan bahwa produksi pakan secara mandiri menjadi bagian dari upaya memperkuat program pembinaan kemandirian di Lapas.

“Melalui kegiatan ini Warga Binaan belajar memahami proses kerja secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan bahan baku, pengoperasian mesin, hingga menjaga kualitas produk. Keterampilan seperti ini sangat aplikatif dan bisa dimanfaatkan ketika mereka kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan produktivitas Warga Binaan.

“Kami ingin Warga Binaan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik langsung. Kegiatan produksi pakan ikan ini menjadi salah satu sarana pembelajaran yang melatih ketelitian, kedisiplinan, dan kemampuan teknis yang bermanfaat ke depannya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan produksi pakan ikan di SAE 2, Lapas Banjarmasin terus mendorong terciptanya pembinaan yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan nyata sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0