Panen 168 Butir Telur, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Petik Hasil Pembinaan Peternakan
Banjarmasin, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian di bidang peternakan yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali buahkan hasil. Warga Binaan panen 168 butir telur dari budidaya ayam petelur yang dikelola di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1, Senin (6/7).
Kegiatan panen merupakan bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang libatkan Warga Binaan sejak proses pemberian pakan, pemeliharaan kandang, pemantauan kesehatan ternak, hingga pengambilan hasil panen. Melalui keterlibatan tersebut, mereka memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesaikan masa pembinaan.
Panen 168 butir telur menjadi hasil dari perawatan yang dilakukan secara konsisten di bawah pendampingan petugas. Selain hasilkan produk peternakan, program ini juga tanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja dalam mengelola usaha peternakan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, mengatakan keberhasilan panen merupakan hasil dari pembinaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan.
"Panen ini merupakan hasil dari kerja sama dan kedisiplinan Warga Binaan dalam menjalankan setiap tahapan budidaya ayam petelur. Selain menghasilkan produk, mereka juga belajar membangun etos kerja, memahami manajemen peternakan, dan mempersiapkan diri dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat," ujar Bagus.
Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menilai hasil panen menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian mampu memberi manfaat nyata bagi Warga Binaan.
"Panen telur ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian mampu menghasilkan keterampilan yang aplikatif. Kami akan terus mengembangkan program-program produktif agar Warga Binaan memiliki bekal kemampuan, pengalaman kerja, dan kepercayaan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas," ujar Akhmad Herriansyah.
Warga Binaan P mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam proses budidaya ayam petelur hingga hasilkan panen.
"Saya senang bisa ikut merawat ayam petelur sampai akhirnya panen. Kegiatan ini mengajarkan saya pentingnya disiplin, ketelitian, dan tanggung jawab. Pengalaman ini menjadi bekal berharga yang ingin saya manfaatkan ketika kembali ke masyarakat," ujar P. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


