Panen 25 Gram Telur Maggot, Lapas Batulicin Jaga Produktivitas Budidaya

Panen 25 Gram Telur Maggot, Lapas Batulicin Jaga Produktivitas Budidaya

Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin jaga produktivitas budidaya maggot melalui panen 25 gram telur maggot, Kamis (9/7). Hasil tersebut jadi bagian dari siklus budidaya yang dikembangkan sebagai media pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan sekaligus dukung keberlanjutan produksi maggot di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Panen dilakukan setelah proses pemeliharaan indukan lalat Black Soldier Fly (BSF) berjalan optimal melalui pengawasan dan perawatan rutin oleh Warga Binaan di bawah pendampingan petugas. Konsistensi perawatan jadi faktor penting dalam menjaga produktivitas budidaya sehingga setiap siklus reproduksi menghasilkan telur maggot yang berkualitas.

Sebanyak 25 gram telur maggot berpotensi hasilkan sekitar 50 kilogram maggot apabila melalui proses penetasan, pemeliharaan, dan pemberian pakan yang tepat. Maggot tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, pengurai limbah organik, maupun indukan untuk menghasilkan siklus budidaya berikutnya.

Setelah dipanen, telur maggot membutuhkan waktu sekitar empat hari untuk menetas menjadi larva atau baby maggot yang kemudian dipelihara hingga mencapai ukuran produktif. Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi Warga Binaan dalam memahami teknik budidaya, pengelolaan limbah organik, serta pengembangan usaha yang bernilai ekonomi.

Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, mengatakan panen telur maggot menjadi indikator terjaganya produktivitas budidaya yang dikembangkan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Menurutnya, konsistensi dalam setiap tahapan budidaya menjadi kunci agar produksi tetap optimal sekaligus tingkatkan keterampilan Warga Binaan.

"Kami terus mendorong Warga Binaan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya sehingga program ini mampu berkembang menjadi pembinaan kemandirian yang produktif, berkelanjutan, dan memiliki nilai manfaat bagi masa depan mereka," ujar Harry.

Salah seorang Warga Binaan, H, mengaku semakin memahami teknik budidaya maggot sejak terlibat langsung dalam setiap tahapan produksi. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan keterampilan baru sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus belajar mengembangkan usaha yang memiliki prospek ekonomi.

"Saya belajar banyak mulai dari merawat indukan, menjaga media budidaya, hingga memanen telur maggot. Melihat hasil panen berkembang menjadi potensi puluhan kilogram maggot membuat saya semakin semangat karena ilmu ini sangat bermanfaat dan bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat," ungkap H.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, tegaskan bahwa menjaga produktivitas budidaya merupakan bagian penting dalam menciptakan pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. Menurutnya, setiap capaian produksi menjadi bukti bahwa Warga Binaan mampu mengembangkan keterampilan produktif melalui pendampingan yang terarah.

"Setiap panen yang dihasilkan mencerminkan proses belajar, kedisiplinan, serta peningkatan kompetensi Warga Binaan sehingga diharapkan menjadi bekal keterampilan yang bernilai guna ketika mereka kembali ke tengah masyarakat," tegas Thoha. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0