Panen 40 Ikat Bayam SAE, Rutan Pelaihari Suplai Pasar Lokal
Pelaihari, INFO_PAS – Senin (9/2) pagi, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari terasa berbeda. Udara masih sejuk ketika deretan bedeng bayam yang dirawat pelan-pelan selama beberapa pekan akhirnya sampai pada momen yang dinanti, panen.
Satu per satu, bayam dipetik dengan rapi. Hasilnya, 40 ikat bayam segar terkumpul dan siap didistribusikan ke Pasar Pelaihari. Dari lahan SAE, hasil panen dipilah, diikat, lalu disiapkan agar tetap segar saat tiba di lapak para pedagang.
Bagi masyarakat, panen ini bukan sekadar aktivitas di balik tembok Rutan. Bayam yang dipanen hari itu menjadi pasokan sayur yang lebih dekat, lebih cepat, sekaligus ikut menggerakkan perputaran ekonomi lokal.
Pengawas kegiatan SAE, Ikhsan Setiadi, menyebut keberhasilan panen tidak terlepas dari kedisiplinan dalam setiap tahapan perawatan tanaman.
“Yang kami tekankan adalah disiplin proses. Bayam dirawat setiap hari, mulai dari penyiraman sampai pemupukan, sehingga saat panen kualitasnya bisa dijaga dan layak masuk pasar,” ujarnya.
Di sisi lain, Ahmad, salah satu Warga Binaan yang terlibat sejak tahap penanaman hingga panen, mengaku merasakan kebanggaan tersendiri melihat hasil kerja mereka benar-benar dimanfaatkan.
“Saya ikut dari tanam, rawat, sampai panen. Rasanya senang karena hasilnya dipakai dan dijual. Jadi ada tanggung jawab, bukan sekadar kegiatan lewat begitu saja,” katanya.
Melalui pembinaan kemandirian di SAE, Rutan Pelaihari terus mendorong kegiatan produktif yang tidak berhenti di lahan, tetapi berdampak keluar, salah satunya lewat distribusi hasil panen bayam ke Pasar Pelaihari. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Pelaihari
What's Your Reaction?


