Panen 58 Kilogram Kangkung, Lapas Batulicin Hadirkan Hasil Nyata Pembinaan
Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali panen 58 kilogram kangkung yang dibudidayakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (9/7). Hasil panen tersebut jadi bagian dari program pembinaan kemandirian berbasis pertanian yang terus dikembangkan bagi Warga Binaan.
Panen dilakukan setelah melalui tahapan penanaman, penyiraman, dan perawatan rutin oleh Warga Binaan di bawah pendampingan petugas. Perawatan yang konsisten hasilkan kangkung yang tumbuh subur dan siap dipanen.
Hasil panen selanjutnya didistribusikan ke Dapur Sehat Lapas Batulicin untuk dukung kebutuhan sayuran bagi Warga Binaan. Selain menjadi hasil pembinaan, panen tersebut juga beri manfaat langsung bagi pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan Lapas.
Program budidaya kangkung jadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan untuk kembangkan keterampilan di bidang pertanian. Melalui kegiatan ini, mereka pelajari seluruh proses budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, mengatakan panen kangkung merupakan hasil dari pembinaan yang dilaksanakan secara konsisten. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan Warga Binaan mampu menerapkan ilmu yang diberikan hingga menghasilkan produk pertanian.
"Panen 58 kilogram kangkung menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian berjalan secara nyata dan memberikan hasil yang dapat dirasakan langsung. Kami akan terus mengembangkan program ini agar Warga Binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat sekaligus mampu menghasilkan produk yang bernilai," ujar Harry.
Salah seorang Warga Binaan, J, mengaku bangga dapat terlibat dalam proses budidaya hingga panen.
"Saya merasa senang melihat hasil tanaman yang kami rawat setiap hari akhirnya bisa dipanen dengan hasil yang baik. Pengalaman ini mengajarkan saya pentingnya kerja keras, kesabaran, dan tanggung jawab untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat," ungkap J.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mengatakan keberhasilan panen kangkung menjadi bagian dari pembinaan berbasis pertanian yang terus dikembangkan. Program tersebut juga mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 melalui pembinaan yang produktif dan berorientasi pada kemandirian Warga Binaan.
"Melalui kegiatan yang produktif seperti budidaya kangkung, kami ingin memastikan Warga Binaan memperoleh keterampilan yang bermanfaat, menumbuhkan budaya kerja, serta memiliki bekal yang kuat untuk kembali menjadi pribadi yang mandiri dan produktif di tengah masyarakat," tegas Thoha. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


