Panen 73 Kilogram Kangkung, Lapas Surabaya Salurkan Hasil Pembinaan ke Pasar Porong

Panen 73 Kilogram Kangkung, Lapas Surabaya Salurkan Hasil Pembinaan ke Pasar Porong

Sidoarjo, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya panen 73 kilogram kangkung dari lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Jumat (16/10). Jumlah tersebut merupakan akumulasi hasil panen selama satu minggu terakhir yang selanjutnya digunakan untuk memenuhi pesanan dan memasok kebutuhan sayuran di Pasar Porong.

Kegiatan ini bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui pertanian produktif. Dengan terlibat langsung dalam perawatan tanaman hingga pemanenan, Warga Binaan dapat pengalaman praktis sebagai bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat. Kegiatan ini juga hasilkan produk pertanian bernilai ekonomi dari pemanfaatan lahan SAE.

Kepala Lapas Surabaya, Sohibur Rachman, menyampaikan bahwa pertanian di lahan SAE merupakan bagian dari pembinaan yang diarahkan untuk menghasilkan keterampilan dan produk yang bermanfaat.

“Kami terus mendorong agar program pembinaan kemandirian tidak hanya memberikan keterampilan kepada Warga Binaan, tetapi juga menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan etos kerja, tanggung jawab, serta semangat untuk menjadi pribadi yang mandiri dan produktif,” ujarnya.

Kepala Seksi Pengelolaan Hasil Kerja, Supriyanto, jelaskan bahwa 73 kilogram kangkung tersebut merupakan akumulasi panen selama satu minggu. Hasilnya akan digunakan untuk memenuhi pesanan yang telah diterima dan didistribusikan ke Pasar Porong.

“Hasil panen kangkung ini merupakan akumulasi selama satu minggu terakhir dengan total 73 kilogram. Selanjutnya, hasil panen akan kami gunakan untuk memenuhi pesanan yang sudah masuk dan didistribusikan ke Pasar Porong. Dengan demikian, hasil pertanian dari lahan SAE dapat terserap dengan baik dan kegiatan produksi bisa terus berjalan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Setelah panen, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian premi kepada Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja dan produksi. Pemberian premi ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi mereka sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan keterampilan dan meningkatkan produktivitas.

Melalui kegiatan pertanian di lahan SAE, Lapas Surabaya hubungkan pembinaan keterampilan dengan hasil kerja yang bernilai ekonomi. Hasil panen yang dipasarkan dan pemberian premi diharapkan dapat mendukung proses pembinaan serta mempersiapkan Warga Binaan agar lebih mandiri ketika kembali ke masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas I Surabaya

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0