Panen Perdana Awal Tahun di Lapas Narkotika Karang Intan Hasilkan 100 Kg Kangkung
Karang Intan, INFO_PAS – Keberhasilan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan kembali ditunjukkan melalui panen 100 kilogram kangkung, Senin (5/1). Panen ini dipimpin oleh Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, bersama sejumlah jajaran struktural sebagai dukungan terhadap program pembinaan produktif di Lapas.
Panen kangkung tersebut merupakan hasil pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang dijalankan Warga Binaan secara berkelanjutan. Empat Warga Binaan terlibat aktif dalam proses budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen yang dilakukan kurang lebih selama satu bulan. Keberhasilan ini menjadi bukti Sistem Pemasyarakatan telah bertransformasi menjadi sarana pembinaan yang produktif dan berorientasi masa depan.
Yugo menegaskan panen ini merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan. Lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga pusat pelatihan keterampilan yang memberikan dampak nyata. “Hasil panen kangkung ini akan dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Ini menjadi bukti di balik tembok Lapas terdapat proses pembinaan, pemberdayaan, dan harapan. Lapas harus mampu menjadi tempat produktif dan bermanfaat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Indra Wahyudi, menjelaskan proses budidaya tidak terlepas dari berbagai tantangan, seperti kondisi cuaca panas dan keterbatasan air. Dengan pengelolaan lahan dan sistem drainase yang baik, seluruh kendala tersebut dapat diatasi.
“Kami terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada Warga Binaan. Mengelola tanaman membutuhkan ketelatenan, kesabaran, dan kedisiplinan, nilai-nilai inilah yang kami tanamkan dalam pembinaan,” ujar Indra.
Salah satu Warga Binaan yang terlibat, Bondi, bersyukur mengikuti program pembinaan tersebut. “Budidaya kangkung ini mengajarkan kami disiplin dan menghargai proses. Dari sini saya belajar bahwa jika ditekuni dengan sungguh-sungguh, usaha sekecil apa pun bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” tuturnya.
Keberhasilan panen 100 kilogram kangkung ini menjadi pemacu semangat bagi Lapas Narkotika Karang Intan untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian. Ke depan, pihak Lapas berencana mengembangkan komoditas lain, seperti cabai, tomat, dan sayuran hidroponik guna memaksimalkan potensi lahan yang ada.
Kontributor: LPN Karang Intan
What's Your Reaction?


