Panen Raya Serentak Pemasyarakatan Hasilkan 123,5 Ton Komoditas Ketahanan Pangan
Cirebon, INFO_PAS – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) gelar Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan yang terpusat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon dan terhubung secara virtual dengan seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dan Wilayah di Indonesia, Kamis (15/1). Capaian Panen Raya Serentak periode Januari 2026 menghasilkan total panen sebesar 123.557 kilogram atau sekitar 123,5 ton dari tiga sektor utama sebagai bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan dan kontribusi nyata Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, menegaskan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibangun melalui sinergi lintas sektor, termasuk dengan melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal. “Masyarakat lokal dan pengusaha lokal harus kita rangkul untuk menyiapkan kebutuhan pangan bagi Lapas dan Rutan. Ini adalah kontribusi nyata Pemasyarakatan dalam mendukung kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.
Menimipas turut menegaskan peran strategis Pemasyarakatan dalam sistem peradilan pidana nasional. Ia mendorong jajaran Pemasyarakatan untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis keterampilan dan kemitraan dengan dunia usaha.

“Setelah putusan hukum berkekuatan tetap, tugas Pemasyarakatan adalah mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat. Pembinaan menjadi tanggung jawab utama kita agar Warga Binaan siap kembali dan berdaya,” tegas Menteri Agus.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dalam laporannya menjabarkan pada sektor pertanian dan perkebunan tercatat sekitar 99.930 kilogram, sektor peternakan sekitar 4.019 kilogram, dan sektor perikanan mencapai 19.608 kilogram. Seluruh hasil panen tersebut merupakan hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan dari seluruh UPT Pemasyarakatan. Sebagian besar hasil panen didonasikan kepada masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Aceh dan Sumatra, antara lain pembangunan sumur bor dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Sebagai kilas balik, sepanjang tahun 2025 Ditjenpas juga mencatat capaian ketahanan pangan dengan melibatkan 12.146 Warga Binaan, pemanfaatan lahan produktif seluas 4.424.101 meter persegi atau sekitar 442 hektare, sedangkan nilai premi Warga Binaan sebesar Rp905.284.228. “Capaian tahun 2025 tersebut menjadi landasan penguatan pelaksanaan Panen Raya Serentak Pemasyarakatan tahun 2026 dan seterusnya,” ungkap Mashudi.

Selain Panen Raya, turut dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar Lapas Cirebon dengan target minimal 150 penerima layanan. Pemeriksaan meliputi layanan kesehatan umum, pemeriksaan gigi dan mulut, konsultasi dokter, pemeriksaan laboratorium sederhana, serta pemberian obat gratis. Kegiatan ini didukung oleh tenaga medis dari beberapa UPT Pemasyarakatan dan Dinas Kesehatan Kota Cirebon. Turut disalurkan pula 250 paket bantuan sosial kepada masyarakat sekitar.
Melalui Panen Raya Serentak ini, Pemasyarakatan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (df)
What's Your Reaction?


