Pembangunan Lapas High Risk Nusakambangan Akan Diawasi Ketat

Share:

Nusakambangan, INFO_PAS – Pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus High Risk Karanganyar di Pulau Nusakambangan mendapat pengawasan ketat. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan melindungi status kekhususan pulau Pemasyarakatan tersebut.

Saat meninjau pembangunan Lapas High Risk Karanganyar, Senin (4/6), Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Liberti Sitinjak, berujar Pulau Nusakambangan adalah pulau khusus yang memiliki aturan khusus dan orang-orang yang ada di dalam pulau juga orang-orang khusus, baik petugas maupun narapidananya.

“Wajar jika pembangunan yang dilakukan di dalam pulau juga mendapat pengawasan dan pengamanan yang sangat ketat, bahkan itu adalah suatu keharusan,” ujarnya.

Liberti mengingatkan bahwa pembangunan proyek jangan sampai mengganggu kinerja ataupun aturan hingga mengganggu status khusus Pulau Nusakambangan. “Penyelenggara proyek harus ikuti aturan dan standar operasional yang kami tetapkan. Jika tidak, maka ini akan fatal,” tegasnya.

“Jika pekeraja ataupun proyek yang sedang berlangsung mengganggu hingga mengancam keamanan dan SOP kami, maka kami akan berhentikan segera. Tidak pake lama,” sambungnya.

Menurut Liberti, hal itu semata-mata dilakukan untuk menjamin keamanan pulau selama berjalannya pembangunan Lapas High Risk. “Kita tidak mau pembangunan berhasil, namun pengamanan pulau menjadi lengang. Kita ingin keduanya dapat terlaksana dan terjaga dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Jawa Tengah, Jhoni Prianto, menyambut baik langkah yang diambil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bahwa Pulau Nusakambangan sebagai pulau khusus, maka segala sesuatunya juga khusus.

Dermaga Sodong, Nusakambangan

Jhoni menerangkan bahwa ada beberapa aturan yang harus dijatuhi pekerja selama menjalankan proyek pembangunan Lapas High Risk yakni, semua pekerja terdaftar dan memiliki tanda pengenal khusus serta dilarang membawa handphone selama bekerja di dalam pulau.

Hanya pemimpin proyek dan penanggung jawab tertentu saja yang diberi akses handphone. “Petugas yang tidak memiliki identitas tidak akan kami terima. Tidak ada komunikasi antara pekerja dan pegawai. Ini sangat penting kaitannya dengan antisipasi keamanan dan ketertiban pulau,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jhoni mengatakan pembangunan lapas khusus akan dilakukan cepat, tepat, dan transparan dengan pengawasan yang ketat dari satuan tugas yang telah dibentuk dan di koordinator oleh Kepala Lapas se-Nusakambangan.

“Akan dilakukan pertemuan mingguan untuk membahas laporan dan kendala yang dihadapi di lapangan terkait pelaksanaan proyek pembangunan, pengawasan dan keamanan pulau,” terang Jhoni.

Tak hanya Lapas Khusus High Risk saja yang sedang berlangsung pembangunannya, kedepannya juga akan segera dibangun rumah susun dan fasilitas-fasilitas khusus bagi petugas-petugas lapas sebagai tempat tinggal serta akses penunjang lain untuk laksanakan tugas di Pulau Nusakambangan.

Pembangunan Lapas High Risk Nusakambangan Akan Diawasi Ketat | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya