Penjara Bukan Akhir Segalanya

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Tan Hok Liang alias Haji Anton Medan, memberikan tausiah bagi ratusan Narapidana yang menghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Rengat, Minggu (25/11). Kedatangan mantan penjahat kelas kakap di era Orde Baru ini guna memberikan motivasi bagi para napi agar optimistis menghadapi hidup usai keluar dari sel.

"Penjara bukan akhir dari segalanya," kata Anton Medan dihadapan para napi. Kedatangan Anton Medan merupakan rangkaian kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1434 H dilaksanakan Rutan Rengat sejak beberapa waktu lalu. Ia menegaskan, para napi merupakan orang-orang pintar kebetulan bernasib sial.

Selama menjalani masa tahanan, hendaknya dapat mengubah jalan hidup ke arah lebih baik lagi. "Banyak pelajaran dan nilai-nilai positif dapat diambil dari Rutan. Mudah-mudahan itu bisa membuat kita berubah dan selalu mendekatkan diri dengan Allah SWT," jelasnya.

Penjara Bukan Akhir Segalanya

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Tan Hok Liang alias Haji Anton Medan, memberikan tausiah bagi ratusan Narapidana yang menghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Rengat, Minggu (25/11). Kedatangan mantan penjahat kelas kakap di era Orde Baru ini guna memberikan motivasi bagi para napi agar optimistis menghadapi hidup usai keluar dari sel.

"Penjara bukan akhir dari segalanya," kata Anton Medan dihadapan para napi. Kedatangan Anton Medan merupakan rangkaian kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1434 H dilaksanakan Rutan Rengat sejak beberapa waktu lalu. Ia menegaskan, para napi merupakan orang-orang pintar kebetulan bernasib sial.

Selama menjalani masa tahanan, hendaknya dapat mengubah jalan hidup ke arah lebih baik lagi. "Banyak pelajaran dan nilai-nilai positif dapat diambil dari Rutan. Mudah-mudahan itu bisa membuat kita berubah dan selalu mendekatkan diri dengan Allah SWT," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Rengat, Sulistiyono, Bc.Ip mengungkapkan, guna Rutan Kelas II B Rengat menggelar lima lomba di antaranya. Kelima lomba itu bagian dari rangkai peringatan Tahun Baru Islam 1434 H.

Antara lain, azan, ketepatan bacaan salat, MTQ, hapalan Alquran dan lomba pidato. Namun, sejumlah lomba tidak diikuti napi dari kasus tindak pidana korupsi (Tipikor). Sebab napi kasus Tipikor jauh lebih unggul pengetahuannya dibanding napi lainnya.

Untuk juara pertama lomba adzan diraih Pendi Saputra Gentol, napi kasus pencurian, juara kedua, Zainal, napi kasus penadah dan juara ketiga Abu Bakar, napi kasus pembunuhan. Pada lomba ketepatan bacaan salat, juara pertama dipegang Martonis alias Anton, napi kasus narkoba, juara kedua, Redi Shonata napi kasus narkoba dan juara ketiga, Syafi'i napi kasus perampokan.

Juara lomba MTQ, Zainal Napi kasus penadah dan juara kedua, Pendi saputra dan juara ketiga, Zapariandi Saragih sama-sama napi pencurian. Juara lomba hapalan Alquran, Bambang H napi kasus asulila, juara kedua Yupenkasus penggelapan dan juara ketiga Andra kasus narkoba.

Sedangkan pada lomba pidato, juara pertama dipegang M Muhrodin terganjal kasus pembunuhan, disusul Aminudin dan terkakhir Marda sama-sama kasus penggelapan.

"Sebagain orang menilai napi kasus pembunuhan sadis, nyatanya pada dua cabang lomba dapat unggul," ungkapnya. Melalui berbagai lomba tersebut, kata Sulistiyono, diharapkan dapat mendidik napi memperdalam pengetahuan di bidang agama. Bahkan, sebelum penyampaian tausiiah oleh Anton Medan, ditampilkan kesenian Marawis Al Hijrah, binaan mantan napi kasus korupsi, Tomimi Comara. (Kor1)

Editor : zulham

Sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com/2012/11/26/penjara-bukan-akhir-segalanya

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
1
wow
0