Penuhi Hak Pendidikan Warga Binaan, Lapas Perempuan Malang Fasilitasi Asesmen Sumatif Akhir Tahun Program Kesetaraan
Malang, INFO_PAS — Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang dalam memberikan pelayanan prima tidak terbatas pada pembinaan kepribadian dan kemandirian. Lebih dari itu, hak konstitusional Warga Binaan untuk mendapatkan pendidikan yang layak tetap menjadi prioritas utama.
Pada Selasa (19/5) di Aula Kartini, Lapas Perempuan Malang fasilitasi Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Tahun Pelajaran 2025/2026 bagi Warga Binaan yang menempuh pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Ujian evaluasi ini berjalan lancar berkat jalinan kerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ki Hajar Dewantara Kota Malang. Melalui penyediaan ruang kelas yang kondusif di Lapas, Warga Binaan mengikuti ujian dengan tenang dan fokus layaknya para siswa di sekolah formal pada umumnya.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Dian, menegaskan pemenuhan hak pendidikan bagi Warga Binaan merupakan amanat undang-undang yang wajib ditunaikan. “Berada di Lapas sama sekali tidak boleh menjadi penghalang atau memutus harapan seseorang untuk terus memperbaiki masa depannya. Melalui jalur akademik ini, kami ingin memastikan mereka tetap memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Evaluasi tahunan ini dipantau langsung oleh tim pengajar dari mitra institusi pendidikan luar. Perwakilan dari PKBM Ki Hajar Dewantara Kota Malang, Yohanes, memberikan penjelasan mengenai esensi dan tujuan dari pelaksanaan asesmen ini.
“Kegiatan ini berfungsi mengukur kompetensi peserta didik kami mulai dari pembelajaran di semester 1 dan 2. Kami mengadakan PKBM di sini untuk memastikan hak peserta didik kami terpenuhi mulai dari pendidikannya, meskipun mereka berada di Lapas,” jelas Yohanes.
Ujian ini menjadi tolak ukur penting untuk melihat sejauh mana penyerapan materi pelajaran yang telah diberikan oleh para tutor selama satu tahun ajaran terakhir. Bagi Warga Binaan, kelulusan dari program kesetaraan Paket A, B, atau C ini nantinya akan membuahkan ijazah resmi yang sangat berguna bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau sebagai modal mencari pekerjaan setelah masa pidana mereka selesai.
Melalui kolaborasi yang harmonis antara Lapas Perempuan Malang dan para pendidik dari PKBM Ki Hajar Dewantara, proses belajar-mengajar di Lapas berjalan berkelanjutan dan terstruktur. Lapas Perempuan Malang berharap bekal pendidikan formal ini mengembalikan rasa percaya diri Warga Binaan untuk kembali berintegrasi secara sehat dan produktif di tengah masyarakat nantinya. (IR)
Kontributor: LPP Malang
What's Your Reaction?


