Perkuat Literasi, Rutan Masohi dan Peserta Magang Dampingi Warga Binaan Belajar Calistung
Masohi, INFO_PAS - Upaya memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi. Berdasarkan hasil evaluasi kemampuan dasar yang dilakukan, terdapat tiga Warga Binaan yang masih membutuhkan pendampingan dalam membaca, menulis, dan berhitung. Kondisi tersebut ditindaklanjuti melalui pemanfaatan Perpustakaan Manusela Brain sebagai ruang pembelajaran dengan melibatkan peserta magang untuk memberikan pendampingan secara bertahap.
Kegiatan ini menjadi upaya memberikan akses pembelajaran dasar bagi Warga Binaan yang sebelumnya belum memperoleh kesempatan pendidikan optimal. Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung dinilai penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, serta meningkatkan kepercayaan diri Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.
Pada tahap awal, peserta magang memberikan pembelajaran bertahap dengan mengenalkan huruf abjad, pelafalan, dan angka sederhana. Pendekatan dilakukan secara perlahan dan disesuaikan kemampuan masing-masing peserta agar proses belajar berlangsung nyaman dan efektif.
Kepala Rutan Masohi, Idris Kilkoda, mengapresiasi inisiatif peserta magang yang turut mendukung pelaksanaan pembinaan melalui kegiatan literasi. Menurutnya, pemanfaatan fasilitas perpustakaan tidak hanya sebatas menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi ruang belajar yang mendukung peningkatan kemampuan dan keterampilan Warga Binaan.
“Kegiatan awal keaksaraan ini merupakan langkah positif dalam pembinaan kepribadian Warga Binaan. Kami sangat mendukung inisiatif para peserta magang yang mengoptimalkan keberadaan Perpustakaan Manusela Brain. Harapan kami, pendampingan ini terus berjalan konsisten sehingga Warga Binaan perlahan memiliki kemampuan dasar membaca dan berhitung,” harap Idris, Selasa (15/9).
Salah satu peserta magang, Inggrit Letpaty, mengatakan pembelajaran pada tahap awal lebih diarahkan untuk membangun kenyamanan dan kepercayaan diri Warga Binaan dalam mengikuti proses belajar. “Ini baru tahap awal. Jadi, fokus utama kami adalah membuat mereka merasa nyaman dan tidak malu untuk belajar dari nol. Kami memulainya dengan pengenalan bentuk huruf dan angka sederhana. Melihat keseriusan dan antusiasme mereka di hari pertama membuat kami makin bersemangat untuk terus mendampingi,” ungkapnya.
Antusiasme juga terlihat dari Warga Binaan yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah seorang Warga Binaan berinisial YM senang mendapat kesempatan untuk kembali belajar kemampuan dasar membaca dan berhitung. “Memang masih harus belajar dari awal, tetapi saya ingin terus berusaha supaya bisa membaca dan berhitung dengan lancar,” tuturnya.
Rutan Masohi berharap kegiatan pembelajaran dasar tersebut berlangsung berkelanjutan. Selain meningkatkan kemampuan literasi Warga Binaan, kegiatan ini diharapkan menjadi pembinaan yang membantu mereka lebih percaya diri dan memiliki bekal untuk kembali beraktivitas di tengah masyarakat. (IR)
Kontributro: Rutan Masohi
What's Your Reaction?


