Perkuat Pemahaman Reintegrasi Sosial, Lapas Tanjungpandan Sambut Kunjungan Edukatif Siswa SMAN 2 Tanjungpandan
Belitung, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan sambut 33 siswa-siswi SMA Negeri 2 Tanjungpandan dalam kunjungan edukatif, Senin (9/2). Kegiatan ini menjadi penguatan pemahaman mata pelajaran Sosiologi serta memberikan gambaran nyata kepada para siswa mengenai dinamika sosial di Lapas, proses pembinaan, hingga upaya reintegrasi sosial Warga Binaan ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, menegaskan Lapas bukan semata tempat menjalani pidana, melainkan ruang pembinaan dan perubahan perilaku. “Kami menyambut baik kunjungan edukatif ini sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada generasi muda. Lapas hari ini berorientasi pada pembinaan, bukan sekadar penghukuman. Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa memahami setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah dan kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat,” harapnya.
Pada kesempatan itu, dipaparkan materi tentang tugas dan fungsi Pemasyarakatan oleh Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Trio Sandra Wijaya. Ia menjelaskan pembinaan dilakukan melalui pendekatan terstruktur, mulai dari registrasi, asesmen kebutuhan, program pembinaan kepribadian, seperti pembinaan mental dan spiritual, hingga pelatihan keterampilan sebagai bekal reintegrasi sosial.
“Pemasyarakatan memiliki tujuan utama mengembalikan Warga Binaan menjadi manusia yang sadar akan kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana. Reintegrasi sosial menjadi fokus kami agar mereka kembali diterima dan berfungsi secara sosial di masyarakat,” jelas Trio.
Dalam sesi dialog, para siswa berkesempatan mendengarkan langsung pengalaman Warga Binaan yang berbagi cerita tentang latar belakang sosial, faktor lingkungan, pergaulan, hingga proses refleksi diri selama menjalani masa pidana. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif di mana sejumlah siswa mengajukan pertanyaan kritis terkait penyebab terjadinya penyimpangan sosial, dampak stigma masyarakat, dan tantangan reintegrasi setelah bebas.
Guru Sosiologi SMA Negeri 2 Tanjungpandan, Novika, menyampaikan apresiasi atas kesempatan belajar langsung di lingkungan Lapas. “Pembelajaran di kelas seringkali bersifat konseptual. Melalui kunjungan ini, siswa melihat langsung realitas sosial yang selama ini mereka pelajari dalam teori. Ini menjadi pengalaman belajar yang bermakna, membangun empati, sekaligus memperkuat pemahaman mereka tentang penyimpangan sosial dan proses reintegrasi,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata sebagai bentuk apresiasi atas sinergi antara dunia pendidikan dan institusi Pemasyarakatan. Melalui kunjungan edukatif ini, Lapas Tanjungpandan menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang terbuka dan edukatif, sekaligus menjadi ruang pembelajaran sosial yang nyata bagi generasi muda dalam memahami dinamika kehidupan bermasyarakat secara lebih komprehensif. (IR)
Kontributor: Lapas Tanjungpandan
What's Your Reaction?


