Perluas Akses Pasar, Rutan Pelaihari Gandeng UMKM Pasarkan Telur Asin Produksi Warga Binaan

Perluas Akses Pasar, Rutan Pelaihari Gandeng UMKM Pasarkan Telur Asin Produksi Warga Binaan

Pelaihari, INFO_PAS - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari buka akses pemasaran produk telur asin hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Rutan. Langkah tersebut dilakukan untuk perluas jangkauan pemasaran sekaligus beri pengalaman kepada Warga Binaan mengenai proses pengelolaan produk, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Kerja sama pemasaran dilaksanakan di kawasan sekitar Rutan Pelaihari Selasa (1/9). Produk telur asin yang dihasilkan melalui kegiatan pembinaan kemandirian ditawarkan kepada pelaku UMKM untuk dipasarkan kepada konsumen.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Pelaihari, Galang Tresno Prakoso, mengatakan keterlibatan UMKM jadi salah satu upaya agar pembinaan tidak berhenti pada proses produksi.

“Pembinaan kemandirian tidak cukup hanya mengajarkan Warga Binaan bagaimana menghasilkan sebuah produk. Mereka juga perlu dikenalkan dengan proses setelah produksi, termasuk bagaimana produk tersebut dipasarkan dan memiliki nilai ekonomi. Karena itu, kerja sama dengan UMKM sekitar menjadi langkah penting agar hasil pembinaan dapat lebih dikenal dan memiliki peluang pasar,” ujarnya.

Laila, salah seorang penerima telur asin, menyambut baik upaya Rutan Pelaihari memasarkan produk hasil pembinaan Warga Binaan.

“Menurut saya ini kegiatan yang baik. Selain produknya bisa dimanfaatkan masyarakat, kita juga bisa ikut mendukung Warga Binaan untuk belajar menghasilkan sesuatu yang bernilai dan nantinya bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” tutur Laila.

Telur asin menjadi salah satu produk pembinaan yang dikembangkan Warga Binaan. Proses produksinya mencakup pemilihan bahan, pengasinan, hingga pengemasan yang membutuhkan ketelitian dan konsistensi.

Melalui pemasaran dengan UMKM, Rutan Pelaihari berupaya menghubungkan keterampilan yang diperoleh Warga Binaan dengan kebutuhan pasar. Dukungan pelaku usaha dan masyarakat diharapkan turut membuka ruang bagi hasil pembinaan untuk berkembang sekaligus memberikan pengalaman bagi Warga Binaan dalam mengelola produk secara lebih utuh.

Bagi Rutan Pelaihari, pembinaan kemandirian tidak hanya berorientasi pada keterampilan produksi, tetapi juga pada kemampuan mengembangkan hasil keterampilan tersebut agar dapat dimanfaatkan setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Rutan Pelaihari

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0