Warga Binaan Lapas Banjarmasin Kembangkan Keterampilan Membuat Lanyard
Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin beri kesempatan Warga Binaan untuk kembangkan keterampilan kerja melalui produksi lanyard di Workshop Giatja, Selasa (1/9). Sebanyak lima Warga Binaan terlibat langsung dalam proses pembuatan, mulai dari desain hingga pencetakan menggunakan mesin hot press.
Didampingi Petugas Giatja, Hafiz, Warga Binaan ikuti seluruh tahapan produksi secara langsung. Kegiatan diawali dengan menyiapkan desain, kemudian dilanjutkan dengan proses pencetakan menggunakan mesin hot press. Setiap tahapan membutuhkan ketelitian, terutama dalam penempatan bahan dan pengaturan proses pencetakan agar hasil sesuai dengan desain.
Salah satu Warga Binaan yang mengikuti kegiatan, U, mengatakan kegiatan tersebut memberinya kesempatan mempelajari keterampilan baru melalui praktik langsung.
“Di sini kami belajar dari awal, mulai dari membuat desain sampai mencetaknya menggunakan mesin hot press. Menurut saya ini pengalaman yang bagus karena kami bisa belajar keterampilan baru dan harus teliti dalam setiap prosesnya,” ujar U.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, mengatakan pembuatan lanyard menjadi salah satu kegiatan pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman kerja kepada Warga Binaan.
“Warga Binaan kami berikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses produksi, mulai dari desain hingga pencetakan. Dari sini mereka belajar bagaimana bekerja secara runtut, teliti, dan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan,” ujar Bagus.
Petugas Giatja, Hafiz, mengatakan pendampingan dilakukan pada setiap tahapan, terutama dalam penggunaan mesin hot press dan memastikan proses produksi berjalan sesuai prosedur.
“Kami dampingi prosesnya dari awal, mulai dari desain sampai pencetakan menggunakan mesin hot press. Kami arahkan agar setiap tahap dilakukan dengan benar dan teliti, terutama saat proses pencetakan,” ujar Hafiz.
Kegiatan pembuatan lanyard menjadi bagian dari aktivitas produktif di Workshop Giatja. Selain keterampilan teknis, Warga Binaan dilatih ikuti alur kerja dan selesaikan pekerjaan sesuai tahapan yang ditetapkan.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan pihaknya terus mengembangkan kegiatan kerja yang memberikan keterampilan aplikatif kepada Warga Binaan.
“Kami ingin kegiatan kerja di Lapas benar-benar memberikan pengalaman yang bisa dibawa Warga Binaan ketika kembali ke masyarakat. Karena itu, mereka perlu diberi kesempatan untuk belajar melalui pekerjaan yang nyata, menggunakan peralatan, mengikuti proses, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya,” ujar Akhmad.
Melalui produksi lanyard, lima Warga Binaan dapat pengalaman memadukan kreativitas pada tahap desain dengan keterampilan teknis dalam proses pencetakan. Kegiatan ini salah satu bentuk pembinaan kemandirian Lapas Banjarmasin melalui praktik kerja yang dapat dikembangkan sebagai keterampilan setelah kembali ke masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


