Polri dan TNI Masih Siaga, Penjagaan Lapas Siantar Diperketat

Pasaca kerusuhan di Lapas Labuhan Ruku, Minggu (18/8) lalu, hingga kini personil TNI dari Polri dari Polres Simlaungung masih berjaga di Lapas Klas IIA Pematangsiantar. Pantauan METRO, Selasa (20/8), sedikitnya lima personil TNI dari Kodim dan 4 polisi dari Polres Simalungun berjaga di depan pintu masuk Lapas. Penjagaan dilakukan dengan pakaian lengkap satuan masing-masing. Selain itu, pihak Lapas juga memperketat penjagaan. Beberapa pegawai diperbantukan untuk melakukan penjagaan dititik-titik tertentu yang dianggap rawan. Penjagaan di dalam juga dilakukan tanpa bekal senjata, seperi pistol dan lainnya. Meski demikian, kegiatan di Lapas seperti penerimaan kunjungan, kebebasan napi untuk melakukan kegiatannya masing-masing, masih berjalan seperti biasa dan tidak ada kegiatan yang mencurigakan. Sementara itu, informasi yang diterima METRO dari beberapa warga binaan di sana, ke-52 napi asal Labuhan Ruku yang dipindahkan, Senin (19/8) lalu ditempatkan secara terpisah. Dari beb

Polri dan TNI Masih Siaga, Penjagaan Lapas Siantar Diperketat
Pasaca kerusuhan di Lapas Labuhan Ruku, Minggu (18/8) lalu, hingga kini personil TNI dari Polri dari Polres Simlaungung masih berjaga di Lapas Klas IIA Pematangsiantar. Pantauan METRO, Selasa (20/8), sedikitnya lima personil TNI dari Kodim dan 4 polisi dari Polres Simalungun berjaga di depan pintu masuk Lapas. Penjagaan dilakukan dengan pakaian lengkap satuan masing-masing. Selain itu, pihak Lapas juga memperketat penjagaan. Beberapa pegawai diperbantukan untuk melakukan penjagaan dititik-titik tertentu yang dianggap rawan. Penjagaan di dalam juga dilakukan tanpa bekal senjata, seperi pistol dan lainnya. Meski demikian, kegiatan di Lapas seperti penerimaan kunjungan, kebebasan napi untuk melakukan kegiatannya masing-masing, masih berjalan seperti biasa dan tidak ada kegiatan yang mencurigakan. Sementara itu, informasi yang diterima METRO dari beberapa warga binaan di sana, ke-52 napi asal Labuhan Ruku yang dipindahkan, Senin (19/8) lalu ditempatkan secara terpisah. Dari beberapa napi asal Lapas Labuhan Ruku, para warga binaan yang ditanayi METRO mengaku kalau mereka masih belum beradaptasi dengan warga binaan lainnya. Sementara itu, KPLP Prayer Manik, ketika ditemui METRO di ruang kerjanya membenarkan penjagaan ketat Lapas Klas IIA Pematangsiantar. Dia mengatakan, penjagaan yang dilakukan tidak terlalu mencolok atau diperlihatkan mengingat rasa kenyamanan para warga binaan yang berdesakan akibat over kapasitas, masih harus dijaga agar situasi tetap kondusif. Prayer menjelaskan, bantuan pengamanan dari TNI dan Polri hingga saat ini masih dibutuhkan, mengingat Lapas Klas IIA Pematangsiantar sudah diisi napi pindahan dari Lapas Tanjung Gusta dan Labuhan Ruku. ”Kita juga menjaga semaksimal mungkin dengan keadaan apada adanya di sini agar tetap kondusif. Salah satu cara yang kita buat, yaitu tetap tak memberi batas antara warga binaan dengan kita. Sejauh ini hal itu masih manjur karena kita menganggap semua yang ada di sini tanpa terkecuali merupakan keluarga besar,” paparnya. Disinggung mengenai penambahan selanjutnya, Prayer megatakanan, sejauh ini pihaknya masih belum menerima kordinasi dari Lapas Labuhan Ruku dan Tanjung Gusta yang sedang gembor-gembornya memindahkan para warga binaannya. ”Jikapun ada pasti akan dikordinasikan terlebih dulu kepada kita. Sebab, sebelum mereka (napi yang dipindahkan, red) datang, kita harus bersiap-siap,” pungkasnya. Pemindahan Napi Langkah Darurat Pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemkumham di Jakarta, memastikan pemindahan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Labuhan Ruku ke sejumlah lapas yang ada di Sumut, merupakan langkah darurat. Juru Bicara Ditjen PAS Akbar Hadi Prabowo, tidak membantah bahwa lapas-lapas yang mendapat limpahan napi Labuhan Ruku, merupakan lapas yang juga mengalami over kapasitas. ”Tapi yang terpenting saat ini menjadi fokus kami adalah upaya evakuasi, upaya penyelamatan,” ujar Akbar, kepada METRO kemarin (20/8). Akbar belum bisa memastikan kapan renovasi Lapas yang terbakar itu dilakukan dan kapan target penyelesaiannya. Dia pun belum bisa menjawab pertanyaan, apakah para napi yang dipindahkan itu nantinya akan dikembalikan lagi ke Lapas Labuhan Ruku setelah selesai direnovasi. ”Sekali lagi, saat ini kita masih fokus evakuasi. Hari ini pun proses pemindahan itu masih berlangsung,” cetus Akbar. dia menjelaskan, penghuni Lapas Labuhan Ruku yang berstatus tahanan, masih tetap berada di lapas yang terbakar dalam kerusuhan, Minggu (18/8) lalu. Akbar menjelaskan, tidak ikut dipindahkannya para tahanan itu dengan alasan mereka masih dalam proses pemeriksaan, baik oleh kepolisian maupun kejaksaan. ”Kalau ikut dipindah maka akan mempersulit proses pemeriksaan. Jadi mereka yang tahanan, masih tetap di sana (tidak ikut dipindahkan, red),” ujar Akbar. Berapa jumlah tahanan yang masih tetap di LP Labuhan Ruku? “Sekitar 300-an,” sebut Akbar. Sumber : http://www.metrosiantar.com/2013/polri-dan-tni-masih-siaga-penjagaan-lapas-siantar-diperketat/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0