Produk Warga Binaan Masuk Pasar Usaha, Kanwil Ditjenpas Sulteng Gandeng Bukit Indah Doda Hotel & Resort

Produk Warga Binaan Masuk Pasar Usaha, Kanwil Ditjenpas Sulteng Gandeng Bukit Indah Doda Hotel & Resort

Palu, INFO_PAS – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah buka akses pasar bagi produk hasil pembinaan Warga Binaan dengan menggandeng dunia usaha. Hal ini ditandai dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Bukit Indah Doda Hotel & Resort, Rabu (14/1).

Penandatanganan PKS dilakukan langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, bersama Asisten Manajer Bukit Indah Doda Hotel & Resort, Rizal. Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu ini menjadi langkah konkret Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah dalam mendorong pembinaan kemandirian yang tidak berhenti pada proses produksi, tetapi berorientasi pada pemasaran dan keberlanjutan ekonomi Warga Binaan.

Bagus menegaskan kemitraan dengan sektor usaha merupakan kunci agar program pembinaan benar-benar memberi dampak nyata bagi Warga Binaan. “Pembinaan kemandirian harus berujung pada nilai ekonomi. Ketika produk Warga Binaan diterima pasar, maka kepercayaan diri, keterampilan, dan peluang reintegrasi sosial mereka akan makin kuat,” terangnya.

Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong hilirisasi produk hasil pembinaan agar memiliki kualitas, daya saing, dan kepastian pasar. “Kami ingin memastikan hasil pembinaan tidak berhenti di Lapas, tetapi benar-benar terhubung dengan kebutuhan dunia usaha dan mampu bersaing secara berkelanjutan,” tegas Bagus.

Sementara itu, Rizal selaku Asisten Manajer Bukit Indah Doda Hotel & Resort menyatakan komitmennya untuk mendukung pemanfaatan dan pemasaran produk Warga Binaan, terutama hasil pertanian dan produk olahan yang dikembangkan melalui program pembinaan di Lapas dan Rutan. “Kami melihat produk Warga Binaan memiliki kualitas dan potensi pasar. Kerja sama ini menjadi dukungan kami terhadap pembinaan yang produktif sekaligus pemberdayaan ekonomi yang inklusif,” ungkapnya.

Dengan terjalinnya kolaborasi ini, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah menegaskan arah kebijakan pemasyarakatan yang tidak semata berfokus pada pembinaan di balik tembok, tetapi juga membuka jalan bagi produk Warga Binaan untuk masuk dan bersaing di pasar. Hal ini sekaligus memperkuat peran Pemasyarakatan dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berbasis inklusi sosial. (IR)

 

 

Kontributor: Kanwil Ditjenpas Sulteng

What's Your Reaction?

like
2
dislike
0
love
2
funny
0
angry
0
sad
0
wow
2