Produktif dan Berdaya Guna, Lapas Wahai Panen 12 Ikat Kangkung dan 7,5 Kg Tomat
Wahai, INFO_PAS – Keseriusan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan terus tunjukkan hasil positif. Hal ini terlihat dari panen hasil pertanian berupa 12 ikat kangkung dan 7,5 kilogram tomat pada Kamis (5/11).
Kegiatan panen berlangsung di area kebun hidroponik Lapas dengan melibatkan jajaran petugas dan Warga Binaan. Hasil panen tersebut jadi bukti pemanfaatan lahan sekaligus upaya mengembangkan keterampilan produktif di lingkungan Pemasyarakatan.
Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Abdul Azis, menyampaikan bahwa kegiatan bercocok tanam tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan antara petugas dan Warga Binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan lingkungan Lapas tetap kondusif sekaligus memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk melakukan aktivitas positif. Kegiatan pertanian seperti ini juga mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab dalam menjalankan setiap prosesnya,” ungkap Azis.
Salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut, AL, mengaku senang dapat berpartisipasi secara langsung dalam proses penanaman hingga panen. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pembinaan.
“Kami merasa senang karena bisa melihat langsung hasil dari apa yang selama ini kami tanam dan rawat. Selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, kami juga mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang nantinya bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” tutur AL.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengapresiasi keterlibatan petugas dan Warga Binaan kembangkan kegiatan pertanian produktif di lingkungan Lapas. Ia menegaskan bahwa hasil panen tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan pembinaan yang memberikan manfaat nyata.
“Panen hari ini bukan sekadar tentang jumlah kangkung dan tomat yang berhasil dihasilkan, tetapi juga tentang proses, kerja keras, dan semangat produktivitas yang dibangun bersama. Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan, pengalaman, serta rasa percaya diri untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif,” tegas Tersih.
Lebih lanjut, Tersih berharap kegiatan pertanian ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan nilai tambah, baik dalam mendukung ketahanan pangan maupun meningkatkan kualitas program pembinaan kemandirian.
Lapas Wahai hadirkan pembinaan yang produktif dan berorientasi pada hasil untuk mempersiapkan Warga Binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Wahai
What's Your Reaction?


