Lapas Atambua Produksi 69 Set Meja Kursi untuk SDN Bestobe

Lapas Atambua Produksi 69 Set Meja Kursi untuk SDN Bestobe

Atambua, INFO_PAS – Songsong Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-2 Tahun 2026 yang mengusung tema “Mengabdi Terus Bergerak dan Memberikan Manfaat bagi Masyarakat dan Negeri”, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali tunjukkan pengabdian kepada masyarakat. Melalui unit kegiatan kerja pertukangan, sebanyak 10 Warga Binaan dipercayakan mengerjakan kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah bagi SDN Bestobe, Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Proyek perkayuan ini mencakup pembuatan 69 set meja dan kursi siswa, meja dan bangku guru, serta lemari penyimpanan inventaris sekolah. Ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan, proses pengerjaan telah berlangsung lebih dari satu bulan dan hampir rampung. Pihak Lapas memastikan seluruh pesanan diselesaikan tepat waktu dan segera diantarkan ke sekolah.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja), Andra Sukabir, menyambut baik pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa kualitas produk berbahan kayu jati yang dikerjakan secara teliti oleh Warga Binaan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik.

"Pengerjaan ini sudah memasuki tahap akhir dan siap kami distribusikan ke sekolah tepat waktu. Menggunakan bahan dasar kayu jati pilihan dengan pengerjaan yang sangat teliti, hasil karya Warga Binaan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan vokasional kami memiliki standar kualitas tinggi. Kami berharap pencapaian ini semakin membuka kepercayaan masyarakat umum maupun instansi lain yang ingin memesan meja, kursi, atau mebel berkualitas untuk dapat mempercayakannya kepada Lapas Atambua," ujar Andra, Kamis (5/11).

Petugas Pembina Kegiatan Kerja Lapas Atambua, Jope Tukan, menjelaskan bahwa penerimaan pesanan ini jadi sarana pembuktian mutu sekaligus pengembangan kapasitas unit usaha bengkel kerja Pemasyarakatan.

"Penerimaan tender dari SDN Bestobe ini kami manfaatkan sebagai sarana pengembangan unit usaha bengkel kerja sekaligus pembuktian kualitas kerja Warga Binaan. Kami memastikan setiap tahapan produksi, mulai dari pemotongan bahan, perakitan, hingga proses finishing, dilakukan sesuai standar agar memenuhi ekspektasi pemesan dan siap digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar," kata Jope.

Perwakilan Warga Binaan yang terlibat, VM, turut menyampaikan rasa bangga atas kesempatan yang diberikan untuk berkarya dan berkontribusi bagi dunia pendidikan.

"Kami bekerja secara teliti menggunakan kayu jati berkualitas dan optimistis bisa menyelesaikannya tepat waktu untuk segera diantarkan ke sekolah. Kesempatan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami karena bisa terus berkarya dan menghasilkan produk yang bermanfaat," ujar VM. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Atambua

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0