Pupuk Kohe Lapas Terbuka Kendal Siap Tembus Pasaran

Pupuk Kohe Lapas Terbuka Kendal Siap Tembus Pasaran

Kendal, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal terus kembangkan program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada produktivitas dan pemberdayaan Warga Binaan. Kali ini, Lapas Terbuka Kendal bersiap pasarkan pupuk kandang (kohe) hasil olahan Warga Binaan setelah berhasil memproduksi lebih dari satu ton pupuk yang telah dikemas dalam kemasan lima dan 50 kilogram.

Produksi pupuk kohe memanfaatkan limbah kotoran ternak sapi dan domba yang berasal dari area Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Terbuka Kendal. Seluruh proses pengolahan dilakukan bertahap dengan melibatkan Warga Binaan sebagai pembinaan keterampilan.

Tahapan produksi diawali dengan menjemur kotoran ternak hingga benar-benar kering. Setelah itu, bahan baku digiling agar memiliki tekstur yang lebih halus dan seragam. Selanjutnya, dilakukan proses fermentasi menggunakan larutan EM4 selama 21 hari untuk menghasilkan pupuk organik yang matang dan siap digunakan. Setelah proses fermentasi selesai, pupuk dikemas sehingga lebih praktis untuk dipasarkan kepada masyarakat.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, mengatakan pengolahan pupuk kohe merupakan salah satu optimalisasi potensi yang dimiliki Lapas Terbuka Kendal. Selain memberikan nilai tambah terhadap limbah peternakan, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran bagi Warga Binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

“Kami optimistis pupuk kohe hasil produksi Lapas Terbuka Kendal mampu bersaing dan diterima di pasaran. Seluruh proses produksi dilakukan dengan memperhatikan kualitas, mulai dari pemilihan bahan baku, proses fermentasi hingga pengemasan. Harapannya, produk ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bukti program pembinaan di Lapas mampu menghasilkan produk bermanfaat bagi masyarakat sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan bernilai,” harap Nu’man, Jumat (17/7).

Salah seorang Warga Binaan, Zaki, memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti proses produksi pupuk organik tersebut. Menurutnya, keterlibatan langsung mulai dari pengolahan bahan hingga pengemasan menjadi bekal keterampilan yang sangat bermanfaat.

“Saya merasa senang bisa ikut terlibat dalam proses pembuatan pupuk kohe ini. Banyak pengetahuan dan keterampilan baru yang saya dapatkan, mulai dari cara mengolah bahan, proses fermentasi sampai pengemasan. Semoga ilmu ini menjadi bekal bagi saya ketika kembali ke masyarakat nanti,” ungkap Zaki.

Melalui inovasi pengolahan pupuk organik ini, Lapas Terbuka Kendal terus tunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi Warga Binaan sehingga mereka memiliki bekal keterampilan yang siap diterapkan setelah menjalani masa pidana. (IR)

 

Kontributor: Lapas Terbuka Kendal

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0