Putus Rantai TB, Lapas Mojokerto Berikan Terapi Pencegahan kepada Warga Binaan
Mojokerto, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto tindak lanjuti hasil skrining dan tracing Tuberkulosis (TB) yang sebelumnya dilakukan menggunakan mobil X-Ray. Sebagai langkah pencegahan dan penanganan dini, Lapas Mojokerto berikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada Warga Binaan yang memenuhi kriteria berdasarkan hasil pemeriksaan, Selasa (1/9).
Pemberian TPT dilakukan kepada Warga Binaan, KN, sesuai hasil pemeriksaan dan rekomendasi petugas kesehatan. Selama menjalani terapi, kondisi kesehatan KN dipantau secara berkala oleh petugas Klinik Lapas Mojokerto.
KN mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan dan tindak lanjut kesehatan yang diberikan Lapas.
“Dengan adanya pemeriksaan seperti ini, kami bisa mengetahui kondisi kesehatan dan lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan selama menjalani masa pembinaan di Lapas,” ungkapnya.

Petugas Klinik Lapas Mojokerto, Agus Udin, mengatakan pemberian TPT merupakan bagian dari tindak lanjut hasil skrining dan tracing sekaligus upaya mencegah penularan TB.
“Kami terus melakukan tindak lanjut dari hasil skrining dan tracing. Pemberian terapi pencegahan ini menjadi salah satu upaya untuk memutus mata rantai penularan TB di lingkungan Lapas,” ujarnya.
Selain pemberian terapi, Lapas Mojokerto terus melakukan pemantauan kesehatan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian TB. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan risiko penularan sekaligus memastikan Warga Binaan mendapatkan tindak lanjut kesehatan sesuai hasil pemeriksaan.
Melalui deteksi dini, pemberian terapi, dan pemantauan secara berkelanjutan, Lapas Mojokerto berkomitmen menjaga kesehatan Warga Binaan serta mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang sehat dan aman. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Mojokerto
What's Your Reaction?


