Respons Cepat Lapas Piru, Rujuk Warga Binaan TBC, HIV, dan Sifilis ke RSUD Piru
Piru, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru merujuk salah satu Warga Binaan berinisial ST yang tengah menjalani pengobatan Tuberkulosis (TBC) on OAT. Hal ini dilakukan sebagai respon cepat dan dan terukur dalam menangani kondisi kesehatan Warga Binaan.
Pada Kamis (16/4), perawat klinik Lapas Piru, Ns Suryani melakukan observasi lanjutan terhadap ST yang telah menjalani terapi OAT selama dua pekan. Berdasarkan hasil pemeriksaan umum dan pengukuran tanda-tanda vital, petugas medis menemukan adanya indikasi infeksi lanjutan.
Untuk memastikan kondisi tersebut, dilakukan pemeriksaan ulang menggunakan rapid test HIV 1, 2, dan 3 dengan hasil positif. Dari hasil pemeriksaan awal, pasien didiagnosis sementara mengalami TBC on OAT, HIV, dan sifilis.
Kepala Subseksi Perawatan, Williams Lelapary, langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seram Bagian Barat guna memastikan penanganan lanjutan, termasuk rencana pemberian terapi antiretroviral. Pihaknya terus melakukan pemantauan intensif sejak awal ditemukannya indikasi penyakit.
“Kami langsung melakukan koordinasi lintas sektor dan memastikan pasien mendapatkan observasi secara optimal. Setiap perkembangan kondisi pasien kami tindak lanjuti dengan cepat,” terang Williams.
Sebagai bentuk sinergi, Wasor TBC dan Penanggung Jawab HIV dari Dinkes Kabupaten Seram Bagian Barat turut mendatangi Lapas Piru untuk memantau langsung kondisi pasien serta memastikan kesiapan tindak. Setelah menjalani pemeriksaan dan observasi selama kurang lebih delapan jam di klinik Lapas, kondisi pasien mengalami penurunan kesadaran pada pukul 17.30 WIT dengan status somnolen. Menyikapi hal tersebut, tim medis Lapas segera mengambil langkah rujukan ke RSUD Piru.
Sebelum proses rujukan, pihak Lapas juga telah menginformasikan kondisi pasien kepada keluarga. Selanjutnya, pasien dirujuk ke RSUD Piru dengan pendampingan petugas jaga, Kesatuan Pengamanan Lapas, dan keluarga.
Ns. Suryani menyampaikan keputusan rujukan diambil sebagai langkah terbaik demi keselamatan pasien. “Kami telah melakukan penanganan awal sesuai standar, namun melihat kondisi pasien yang menurun, rujukan ke rumah sakit menjadi langkah yang paling tepat agar pasien mendapatkan penanganan lebih lanjut dari dokter spesialis. Saat ini, pasien tengah menjalani penanganan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Piru dan akan dikonsultasikan lebih lanjut kepada dokter spesialis paru,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Herry Kusbandono, menegaskan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh Warga Binaan. “Kami memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Koordinasi dengan dinkes menjadi langkah penting agar penanganan pasien berjalan optimal,” tegasnya.
Lapas Piru menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi Warga Binaan melalui deteksi dini, penanganan cepat, serta penguatan sinergi dengan instansi terkait guna memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang optimal dan berkelanjutan. (IR)
Kontributor: Lapas Piru
What's Your Reaction?


