Rutan Donggala Wujudkan UMKM Pemasyarakatan melalui Keterampilan Tenun
Donggala, INFO_PAS — Suara ketukan kayu dari Alat Tenun Bukan Mesin saling bersahutan, memecah keheningan di balik tembok tinggi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Donggala. Di salah satu sudut ruangan, belasan Warga Binaan tampak serius merajut benang demi benang, memadukan warna menjadi sebuah karya kain tenun Nusantara yang bernilai seni tinggi.
Aktivitas ini bukan sekadar pengisi waktu, melainkan wujud nyata dari program pembinaan kemandirian unggulan. Melalui sentuhan benang dan alat tenun, Rutan Donggala bertransformasi menjadi sebuah inkubator Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Pemasyarakatan yang produktif.
Kepala Rutan Donggala, Rusli Suryadi, menegaskan pengembangan UMKM Pemasyarakatan melalui tenun ini memberikan manfaat ganda. “Warga Binaan mendapatkan keterampilan teknis, manajemen kesabaran, dan wadah untuk mengelola waktu secara positif. Penjualan produk tenun ini juga berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak sekaligus memberikan premi atau upah bagi Warga Binaan,“ jelasnya, Selasa (14/4).
Langkah inovatif ini merupakan penyelarasan dengan program unggulan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). Sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah, Rutan Donggala menargetkan agar produk hasil karya Warga Binaan memiliki daya saing layaknya produk UMKM profesional di pasaran luas.
Untuk mencapai standar kualitas pasar tersebut, Rutan Donggala menggandeng Ros, seorang perajin tenun lokal berpengalaman yang kini mendedikasikan waktunya sebagai instruktur utama. Dengan telaten, Ros tidak hanya mengajarkan teknik menenun, tetapi juga melakukan kontrol kualitas agar kain yang dihasilkan memenuhi standar mutu UMKM yang layak jual.
"Mengajarkan tenun di sini memiliki tantangan dan kebanggaan tersendiri. Kami fokus pada motif kearifan lokal dengan kualitas eksekusi yang tinggi. Tujuannya agar kain ini nantinya tidak hanya dipandang sebagai karya penjara, tetapi murni diakui sebagai produk UMKM lokal berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi," ungkap Ros.
Ke depannya, produk kain tenun dari balik jeruji Donggala ini akan diintegrasikan ke dalam katalog UMKM Pemasyarakatan dan dipamerkan dalam berbagai pameran produk unggulan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Ke depannya, diharapkan tercipta tidak hanya helaian kain yang indah, tetapi juga kemandirian ekonomi sebagai bekal Warga Binaan kembali ke pelukan masyarakat. (IR)
Kontributor: Rutan Donggala
What's Your Reaction?


