Rutan Masohi Optimalkan Perpustakaan sebagai Sarana Pembinaan Literasi Warga Binaan
Masohi, INFO_PAS: Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi terus optimalkan pemanfaatan Perpustakaan Manusela Brain sebagai sarana pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan. Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas literasi, mulai dari membaca buku, menulis, hingga latihan membaca, menulis, dan berhitung sebagai upaya menyediakan ruang belajar yang positif bagi Warga Binaan selama menjalani masa pidana.
Kepala Rutan Masohi, Idris Kilkoda, menyampaikan keberadaan perpustakaan merupakan wadah krusial untuk membentuk mental dan menambah wawasan Warga Binaan selama menjalani masa pidana. Pelaksanaannya berlangsung tertib dengan pengawasan petugas pembinaan kepribadian dan petugas pengamanan, serta didampingi peserta magang.
"Perpustakaan ini bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter dan pengetahuan bagi Warga Binaan. Kami berharap ruang literasi ini dimanfaatkan sebaik-baiknya agar menjadi bekal berharga saat mereka kembali ke tengah masyarakat kelak," ujar Idris, Jumat (15/10).
Antusiasme tinggi juga dirasakan oleh Warga Binaan yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Salah satu Warga Binaan berinisial Y sangat terbantu dengan tersedianya berbagai koleksi buku di perpustakaan Rutan Masohi.
"Kegiatan di perpustakaan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal positif. Selain menambah wawasan dari buku-buku yang ada, kami juga didampingi saat belajar membaca dan menulis sehingga hari-hari kami di sini terasa lebih bermanfaat," ungkap Y.
Rutan Masohi akan terus mendorong pemanfaatan Perpustakaan Manusela Brain sebagai pembinaan kepribadian. Melalui kegiatan literasi berkelanjutan, Warga Binaan diharapkan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Rutan Masohi
What's Your Reaction?


