Rutan Perempuan Surabaya Sambut Kunjungan Wakil Konjen Australia, Apresiasi Pembinaan Warga Binaan
Sidoarjo, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya sambut kunjungan Wakil Konsul Jenderal Australia, Christine Bui, Kamis (10/9). Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan secara langsung berbagai program pembinaan yang diberikan kepada Warga Binaan, mulai dari kegiatan pembinaan, kemandirian, hingga pengembangan keterampilan yang dilaksanakan di lingkungan Rutan Perempuan Surabaya.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Konsul Jenderal Australia diajak melihat secara langsung sejumlah kegiatan yang menjadi program pembinaan Warga Binaan. Berbagai aktivitas tersebut menunjukkan upaya Rutan Perempuan Surabaya dalam memberikan bekal positif kepada Warga Binaan selama menjalani masa pidana sehingga mereka memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Rutan Perempuan Surabaya, Wijayanti Utami Dewi, menyampaikan kunjungan ini menjadi momentum yang baik untuk memperkenalkan pelaksanaan pembinaan di Rutan Perempuan Surabaya kepada pihak luar. Pprogram pembinaan tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki.
“Melalui kunjungan ini, kami dapat menunjukkan bahwa Warga Binaan mendapatkan berbagai kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan keterampilan selama berada di Rutan. Harapannya, apa yang mereka dapatkan di sini bisa menjadi bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat,” harap Wijayanti.
Lebih lanjut, Wijayanti menjelaskan setiap kegiatan pembinaan terus diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Kegiatan kemandirian dan keterampilan menjadi salah satu upaya untuk membangun rasa percaya diri sekaligus mendorong Warga Binaan agar memiliki kemampuan yang dikembangkan secara mandiri setelah menyelesaikan masa pidananya.
Selama kunjungan, Wakil Konsul Jenderal Australia juga berkesempatan melihat proses pelaksanaan kegiatan dan berinteraksi dengan pihak Rutan. Berbagai program yang diperkenalkan mendapat perhatian, khususnya kegiatan yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk menghasilkan karya sekaligus meningkatkan keterampilan mereka.
Christine menyampaikan apresiasinya terhadap program pembinaan yang dijalankan oleh Rutan Perempuan Surabaya. Ia melihat adanya upaya yang serius dalam memberikan pembinaan kepada Warga Binaan, tidak hanya dari sisi kedisiplinan tetapi juga melalui kegiatan yang membantu mereka mempersiapkan diri untuk kembali ke lingkungan sosial.
“Kami melihat Warga Binaan diberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan berbagai keterampilan. Program seperti ini sangat positif karena memberikan mereka bekal dan kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” puji Christine.
Kunjungan tersebut juga menjadi ruang untuk melihat lebih dekat bagaimana proses pembinaan diterapkan dalam keseharian Warga Binaan. Interaksi yang terjalin selama kunjungan memberikan gambaran bahwa pembinaan di Rutan tidak hanya sebatas menjalankan kegiatan rutin, tetapi juga berupaya membangun kemampuan dan kemandirian Warga Binaan.
Melalui kunjungan ini, Rutan Perempuan Surabaya berharap berbagai program pembinaan yang telah berjalan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. Dukungan dan perhatian dari berbagai pihak menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan proses pembinaan erkelanjutan dan membantu Warga Binaan mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan setelah selesai menjalani masa pidana. (IR)
Kontributor: Rutan Perempuan Surabaya
What's Your Reaction?


