Rutinkan Tadarus, Warga Binaan Lapas Perempuan Palembang Targetkan Satu Juz Setiap Hari

Rutinkan Tadarus, Warga Binaan Lapas Perempuan Palembang Targetkan Satu Juz Setiap Hari

Palembang, INFO_PAS – Suasana Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang tahun ini terasa lebih khusyuk. Sejak awal bulan suci, ratusan Warga Binaan rutin mengikuti Tadarus Al-Qur’an sebagai program pembinaan keagamaan yang diintensifkan pihak Lapas.

Setiap hari, Warga Binaan ditargetkan membaca satu juz Al-Qur’an. Dalam pelaksanaannya, sebagian besar mampu memenuhi target tersebut. Bahkan, beberapa Warga Binaan yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an lebih baik sanggup menyelesaikan hingga empat sampai lima juz dalam sehari.

Kepala Lapas Perempuan Palembang, Desi Andriyani, mengatakan program ini merupakan upaya pembinaan spiritual agar Warga Binaan dapat memanfaatkan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri. “Kami menargetkan satu hari satu juz bagi Warga Binaan yang mengikuti tadarus. Alhamdulillah, rata-rata bisa tercapai. Bahkan, ada yang mampu membaca empat sampai lima juz dalam sehari. Ini menjadi semangat positif bagi yang lain,” pujinya, Rabu (25/2). 

Menurut Desi, keterlibatan aktif Warga Binaan dalam kegiatan keagamaan menunjukkan adanya perubahan sikap yang signifikan selama menjalani masa pembinaan. “Ramadan menjadi momen refleksi. Kami berharap setelah bebas nanti, mereka memiliki bekal spiritual yang lebih kuat dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” harapnya.

Salah seorang Warga Binaan berinisial R mengaku kegiatan Tadarus memberinya ketenangan batin. “Dulu saya jarang membaca Al-Qur’an. Di sini justru saya belajar lebih rutin. Target satu juz sehari membuat saya lebih disiplin. Hati terasa lebih tenang dan saya jadi lebih banyak merenung,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Warga Binaan inisial S yang mampu menyelesaikan lebih dari satu juz setiap hari. “Ramadan kali ini berbeda buat saya. Saya ingin memperbaiki diri. Semoga setelah bebas nanti, saya bisa istikamah dan tidak mengulangi kesalahan,” katanya.

Dengan pengawasan dan pendampingan petugas, seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Melalui program ini, Lapas Perempuan Palembang berharap Ramadan menjadi titik balik bagi Warga Binaan untuk menata kembali kehidupan mereka ke arah yang lebih baik. (IR)

 


Konributor: LPP Palembang
 

What's Your Reaction?

like
12
dislike
0
love
9
funny
1
angry
0
sad
0
wow
4