Sebanyak 1.108 Warga Binaan Lapas Kelas I Surabaya Terima Remisi HUT Ke-81 RI

Sebanyak 1.108 Warga Binaan Lapas Kelas I Surabaya Terima Remisi HUT Ke-81 RI

Sidoarjo, INFO_PAS — Sebanyak 1.108 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya terima Remisi Umum (RU) pada Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8). Dari total 1.672 Warga Binaan yang tercatat di Lapas Kelas I Surabaya, penerima Remisi terdiri atas 1.097 orang yang memperoleh RU I dan 11 orang menerima RU II.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, mengatakan Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi penghargaan terhadap Warga Binaan yang menunjukkan perubahan positif selama menjalani pembinaan. Pemberian Remisi juga dilakukan melalui tahapan verifikasi administrasi dan pemeriksaan pemenuhan persyaratan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Remisi merupakan hak yang diberikan kepada Narapidana yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Bagi kami, Remisi jugaapresiasi atas perubahan perilaku, kedisiplinan, dan kesungguhan Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan,” ujar Sohibur.

Pada kesmpatan yang sama, untuk pertama kalinya, Lapas Kelas I Surabaya dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Upacara HUT Ke-81 RI tingkat Kecamatan Porong. Upacara berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Porong, TNI-Polri, kepala desa, pelajar, veteran, organisasi kemasyarakatan, jajaran petugas Lapas Kelas I Surabaya dan Rumah Tahanan Negara Perempuan Kelas IIA Surabaya, serta Warga Binaan.

Suasana makin semarak ketika sebanyak 76 anggota Pasukan Pengibar Bendar Pusaka dari SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih. Detik-detik Proklamasi berlangsung penuh khidmat, ditandai bunyi sirene dari tower Lapas sebagai penanda dimulainya pembacaan teks Proklamasi.

Pada kesempatan tersebut, turut dilaksanakan penyerahan bantuan sosial kepada istri veteran. Selain itu, Warga Binaan Lapas Kelas I Surabaya turut menampilkan kesenian Jaranan yang program pembinaan. Penampilan tersebut menunjukkan proses pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pembentukan sikap dan karakter, tetapi juga memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mengembangkan potensi, menyalurkan kreativitas, dan menjaga dan melestarikan budaya lokal.

“Kemerdekaan mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan memberikan manfaat. Warga Binaan juga harus diberikan ruang untuk berubah, berkarya, dan pada waktunya kembali menjadi bagian dari masyarakat,” ujar Kalapas.

Ia menambahkan kepercayaan menjadi tuan rumah upacara tingkat Kecamatan Porong merupakan kehormatan sekaligus kesempatan bagi Lapas untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat. “Ini bukan hanya kehormatan bagi kami, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan Lapas terbuka dan menjadi bagian dari masyarakat. Pemasyarakatan tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi dengan pemerintah, TNI-Polri, sekolah, veteran, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting,” lanjut Kalapas.

Pelaksanaan upacara di lingkungan Lapas menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi sekaligus memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai berbagai proses pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Kelas I Surabaya. Semangat tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Pemasyarakatan untuk terus memberikan pelayanan dan pembinaan terbaik, serta berkontribusi positif bagi masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Surabaya

 

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0