Selada Segar Hasil Pembinaan Warga Binaan Lapas Ambon Sukses Tembus Swalayan Modern

Selada Segar Hasil Pembinaan Warga Binaan Lapas Ambon Sukses Tembus Swalayan Modern

Ambon, INFO_PAS - Wujud nyata pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali berbuah manis. Sebanyak 30 ikat selada segar hasil kerja keras Warga Binaan sukses dipanen dan langsung didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan salah satu swalayan terkemuka di Kota Ambon, Kamis (20/8).

Staf Kegiatan Kerja, M. Imbran, turun langsung mengawal pengiriman komoditas sayuran hidroponik tersebut menuju swalayan tujuan. Ia memastikan kualitas selada yang dikirimkan memenuhi standar pasar modern bahwa produk dari tangan Warga Binaan ini memiliki kualitas yang sangat baik dan siap bersaing di pasaran.

"Kami memastikan selada yang dikirim hari ini dalam kondisi segar dan berkualitas tinggi. Sambutan dari pihak swalayan sangat positif karena sayuran lokal kita terbukti tidak kalah saing dengan produk dari luar," ujar Imbran.

Pihak swalayan pun menyambut baik kolaborasi ekonomi kreatif ini. Dian, salah satu pegawai swalayan di Kota Ambon, bangga bisa ikut memberdayakan produk lokal hasil karya Warga Binaan. Pihaknya sangat mengapresiasi kehadiran produk dari Lapas karena selain segar, juga membantu memasarkan hasil karya Warga Binaan secara luas.

"Kami sangat senang bisa bekerja sama. Kualitas seladanya bagus, segar, dan langsung ludes diminati pembeli begitu dipajang di rak. Kami tentu terbuka untuk terus menampung hasil panen berikutnya," kata Dian.

Keberhasilan panen ini tidak lepas dari ketekunan para Warga Binaan yang selama ini menjalani pelatihan keterampilan pertanian di Lapas. Salah seorang Warga Binaan berinisial C menceritakan pengalaman dan kebanggaannya bisa terlibat aktif dalam program pembinaan kemandirian ini. Ia bersyukur dan mendapatkan banyak ilmu baru tentang teknik bertanam yang baik selama menjalani masa pembinaa sehingga siap kembali ke masyarakat nanti berbekal keahlian ini.

"Selama di sini, kami diajari cara merawat tanaman dengan benar dari mulai bibit sampai panen. Senang rasanya melihat sayuran yang kami tanam sendiri akhirnya bisa dibeli orang di swalayan. Ini jadi motivasi buat kami untuk terus berbuat positif," ungkap C.

Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, seluruh hasil penjualan dari 30 ikat selada segar ini akan disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Di sisi lain, bentuk apresiasi juga diberikan kepada para Warga Binaan yang terlibat berupa pembagian premi sebagai hak mereka atas kerja produktif yang telah dilakukan.

Sementara itu, Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, memberikan apresiasi tinggi atas capaian jajarannya serta kerja keras para Warga Binaan. Ia menegaskan program ini adalah bukti Lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga dapur pencetak sumber daya manusia mandiri, produktif, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat.

"Panen dan distribusi ke swalayan ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menggenjot kemandirian pangan. Kami ingin Warga Binaan memiliki keahlian yang bernilai ekonomis. PNBP negara terpenuhi, hak premi Warga Binaan juga kami berikan sebagai pelecut semangat mereka untuk terus berkarya," tegas Hendra.

Keberhasilan penyerapan produk pertanian Warga Binaan Lapas ke jaringan swalayan modern di Kota Ambon ini diharapkan menjadi momentum berkelanjutan. Melalui sinergi kuat antara pembinaan di Lapas dan dukungan pasar luar, program kemandirian pangan ini diyakini melahirkan insan-insan Pemasyarakatan mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif bagi pembangunan ekonomi daerah maupun nasional. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Ambon

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0