Semangat Kerohanian Jadi Pendorong Perubahan Positif Warga Binaan Lapas Tual
Langgur, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual berupaya menjadikan masa pidana sebagai momentum transformasi diri bagi Warga Binaan. Melalui program pembinaan rohani yang terstruktur, Lapas Tual bersinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Tual dan Maluku Tenggara untuk menumbuhkan semangat hidup dan harapan baru di balik jeruji, Selasa (18/11).
Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menekankan pentingnya pendekatan spiritual dalam membina Narapidana. Ia menyebut program ini sebagai fondasi utama sebelum Warga Binaan kembali ke masyarakat.
“Pembinaan rohani adalah jantung dari proses Pemasyarakatan di sini. Kami tidak hanya mengurung mereka, kami membina mental dan spiritual mereka agar kuat menghadapi masa depan,” ujarnya.
Sementara Itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, K. Huwae, mengatakan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk para penyuluh agama dari Kemenag yang rutin memberikan siraman rohani.
“Sinergi dengan Kemenag sangat vital. Kami ingin memastikan setiap Warga Binaan dari berbagai latar belakang keyakinan, mendapatkan hak mereka untuk beribadah dan mendapatkan bimbingan agama yang benar,” tambahnya.
Peran Kemenag dalam program ini diwakili oleh Abdullah, salah satu penyuluh agama yang aktif memberikan bimbingan di Lapas Tual. Abdullah menjelaskan bahwa para penyuluh berusaha menciptakan suasana yang kondusif agar Warga Binaan dapat membuka diri dan merenungi kesalahan mereka.
“Kami datang bukan untuk menghakimi, tapi untuk membimbing. Kami melihat ada kerinduan yang besar dari mereka untuk kembali ke jalan yang benar,” kata Abdullah.
Menurut Abdullah, respons dari Warga Binaan sangat positif. Banyak dari mereka yang kini lebih rajin beribadah, mengikuti majelis taklim, atau kegiatan keagamaan lainnya dengan penuh kesadaran.
“Alhamdulillah, banyak yang menunjukkan perubahan signifikan. Semangat kerohanian ini yang menjadi pendorong utama mereka untuk berubah positif. Mereka mulai menganyam harapan baru, memperbaiki hubungan dengan Tuhan, dan siap menata hidup baru setelah bebas nanti,” tutup Abdullah penuh harap. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tual
What's Your Reaction?


