Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Sofa, 30 Warga Binaan Lapas Banjarmasin Belajar Daur Ulang

Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Sofa, 30 Warga Binaan Lapas Banjarmasin Belajar Daur Ulang

Banjarmasin, INFO_PAS – Botol air mineral bekas dan plastik rumah tangga disulap menjadi bagian dari sofa. Praktik kreatif tersebut diperkenalkan kepada 30 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin dalam pelatihan pengolahan sampah organik dan anorganik di Workshop Kegiatan Kerja (Giatja), Selasa (8/9).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Program Pelita Warga PT Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan. Materi pelatihan tidak berhenti pada pemilahan, tetapi dilanjutkan dengan praktik mengolah material bekas menjadi produk fungsional.

Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, didampingi Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, beserta jajaran.

Turut hadir Supervisor TJSL PT Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan, Diah Sri Hadiati, Konsultan TJSL PT Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan, Rafly Setya, serta Pengurus Bank Sampah Induk Banjarmasin, Ahmad Asmori.

Dua narasumber turut memberikan materi, yakni Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Dwi Naniek Muhatiyani, dan pengelola Bank Sampah Induk BAIMAN Banjarmasin, Atim Susanto.

Pada sesi praktik, peserta terlebih dahulu kenali jenis material yang masih dapat digunakan. Plastik bekas kemudian dimasukkan ke dalam botol air mineral dan dipadatkan hingga membentuk material yang lebih kokoh.

Botol-botol tersebut dikumpulkan sesuai kebutuhan ukuran sofa, kemudian disusun dan direkatkan menggunakan lakban bening. Rangkaian tersebut selanjutnya dibungkus dengan tas jinjing belanja bekas yang umum diperoleh dari minimarket.

Dwi Naniek Muhatiyani menjelaskan bahwa pemilahan dari sumber merupakan tahapan penting agar material yang masih memiliki kegunaan tidak bercampur dengan sampah lainnya.

“Pemilahan merupakan langkah awal dalam pengelolaan sampah. Dengan mengenali jenisnya sejak awal, material yang masih memiliki nilai guna dapat diarahkan untuk dimanfaatkan atau didaur ulang,” jelasnya.

Sementara itu, Atim Susanto memperkenalkan pengelolaan material bekas melalui pendekatan bank sampah, termasuk bagaimana barang yang telah dipilah dapat dikumpulkan dan memiliki nilai ekonomi.

“Barang yang sudah tidak digunakan bukan berarti tidak memiliki nilai. Setelah dipilah, material tertentu masih dapat dikumpulkan dan diolah kembali menjadi produk yang mempunyai fungsi,” ujarnya.

Bagi Y, praktik tersebut memberikan pengalaman baru. Ia mengaku tidak menyangka botol dan plastik bekas dapat dirangkai menjadi bagian dari furnitur.

“Awalnya kami tidak menyangka botol dan plastik bekas bisa digunakan untuk membuat sofa. Setelah dipadatkan dan disusun, ternyata bisa menjadi bagian dari bahan sofa. Dari sini kami belajar bahwa barang bekas masih bisa dimanfaatkan kalau kita tahu cara mengolahnya,” ungkap Y.

Bagus Paras Etika menilai metode praktik memberikan pengalaman yang lebih konkret dibandingkan pembelajaran secara teori semata.

“Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi langsung melihat dan mencoba prosesnya. Dari sini mereka belajar ketelitian, kreativitas, sekaligus cara menghasilkan sesuatu dari material yang sebelumnya dianggap tidak berguna,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan pembinaan kemandirian yang diarahkan pada penguasaan kemampuan praktis.

“Pembinaan harus memberikan bekal yang dapat dikembangkan. Melalui kegiatan seperti ini, Warga Binaan mendapatkan pengalaman mengolah material sederhana menjadi sesuatu yang memiliki fungsi dan berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif,” tegasnya.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian melalui keterampilan pengolahan limbah yang memadukan kepedulian lingkungan, kreativitas, dan potensi ekonomi. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0