Syukuri Berkat Bulan Agustus, Warga Binaan Lapas Wahai Jalani Kebaktian Kunci Bulan
Wahai, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gelar ibadah kebaktian minggu kunci bulan sebagai bentuk syukur atas seluruh berkat selama bulan Agustus 2026, termasuk pemberian Remisi Kemerdekaan kepada para Warga Binaan, Minggu (30/8). Selain ungkapan syukur, ibadah ini juga diisi dengan doa bersama memohon perlindungan Tuhan dari berbagai bencana alam yang marak terjadi di berbagai belahan dunia belakangan ini, seperti banjir bandang di Nepal dan kebakaran hutan di beberapa wilayah tanah air termasuk di sekitar wilayah Wahai.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di Gereja Ebenhaezer Lapas ini diikuti oleh petugas dan Warga Binaan Kristiani. Momen akhir bulan Agustus ini dimanfaatkan sebagai ruang refleksi mendalam atas hak Remisi yang telah diterima sekaligus menumbuhkan rasa empati terhadap situasi global yang sedang dilanda bencana alam.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan kebaktian kunci bulan adalah momentum penting untuk berhenti sejenak dan bersyukur. "Bulan Agustus ini membawa banyak berkah, salah satunya Eemisi bagi Warga Binaan. Namun, di tengah sukacita ini, kita tidak boleh menutup mata terhadap kedukaan dunia. Melalui doa bersama ini, kita mengetuk pintu langit agar institusi kita, daerah kita, dan dunia umumnya dilindungi dari ancaman bencana alamm seperti banjir bandang dan kebakaran hutan yang sedang marak terjadi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, mengatakan pembinaan kepribadian melalui jalur keagamaan adalah fondasi utama dalam membentuk karakter Warga Binaan. "Hari ini kita mengajarkan mereka untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga peduli pada sesama melalui doa. Rasa syukur atas remisi harus diwujudkan dengan perubahan perilaku yang nyata dan kepedulian sosial yang lebih tinggi," ungkapnya.
Salah seorang Warga Binaan, RR, bersyukur atas Remisi yang diterima di bulan Agustus. “Ini sebagai hadiah yang luar biasa bagi kami dan keluarga. Kami dengan tulus berdoa untuk saudara-saudara kita di luar sana yang sedang terkena musibah banjir bandang dan kebakaran hutan di berbagai tempat. Kami memohon perlindungan Tuhan agar kita semua selalu dijauhkan dari marabahaya," ucapnya.
Ibadah kebaktian ini terasa kian bermakna dengan perenungan atas bacaan firman Tuhan yang terambil dari Efesus 3:14-21. Pesan dari Majelis Diaken Gereja Protestan Maluku Jemaat Bethsan, Astrid Wenno, mengatakan firman ini menguatkan setiap Warga Binaan dan petugas untuk bertekut lutut di hadapan Bapa, memohon agar Kristus diam di dalam hati mereka melalui iman.
"Sebagaimana Rasul Paulus berdoa agar umat-Nya dipenuhi dengan seluruh kepenuhan Allah dan digerakkan oleh kasih yang melampaui segala pengetahuan, seluruh jemaat diajak untuk mempraktikkan kasih tersebut secara nyata. Tidak hanya bersyukur atas kekuatan dan rahmat remisi yang diterima, tetapi juga menyalurkan kasih dan kepedulian melalui doa-doa yang dipanjatkan bagi sesama yang sedang mengalami musibah bencana alam," ungkap Astrid.
Melalui ibadah kunci bulan ini, Lapas Wahai menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memberikan pembinaan secara spiritual, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial bagi para Warga Binaan. Diharapkan, semangat refleksi dan rasa syukur atas berkat di bulan Agustus ini menjadi bekal moral bagi Warga Binaan dalam menjalani masa pidana dengan lebih baik sekaligus menjadi pribadi yang lebih peka dan positif saat kembali ke tengah masyarakat nantinya. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai
What's Your Reaction?


