Lapas Pangkalpinang Panen Jagung Pipil dan Kacang Tanah dari Lahan Marginal

Lapas Pangkalpinang Panen Jagung Pipil dan Kacang Tanah dari Lahan Marginal

Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus perkuat program ketahanan pangan sekaligus menjadikannya sarana pembinaan keterampilan dan kemandirian bagi Warga Binaan. Upaya tersebut diwujudkan melalui panen 213 kilogram jagung pipil dan 37 kilogram kacang tanah dari lahan marginal seluas kurang lebih 350 m2 di area brandgang, Senin (31/8).

Kepala Lapas Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, mengatakan pemanfaatan area brandgang merupakan upaya mengoptimalkan lahan agar lebih produktif. Menurutnya, lahan marginal tersebut kini mampu hasilkan komoditas pangan sekaligus jadi sarana pembinaan bagi Warga Binaan.

“Lahan yang kurang produktif dapat dimanfaatkan menjadi sumber pangan sekaligus sarana pembinaan untuk membangun keterampilan, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab Warga Binaan,” ujar Febie.

Ia menambahkan, keterlibatan Warga Binaan dalam proses pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga panen, menjadi pengalaman berharga sekaligus bekal keterampilan untuk kembali ke masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Mulsa Afrianto, menjelaskan bahwa panen tersebut merupakan hasil budidaya bersama petugas dan Warga Binaan dengan memanfaatkan kompos produksi Warga Binaan. Menurutnya, pemanfaatan lahan marginal secara konsisten dapat menghasilkan komoditas sekaligus mendukung pembinaan berkelanjutan.

“Kami tidak hanya mengejar hasil panen, tetapi juga proses pembinaan. Keterlibatan Warga Binaan dari pengolahan tanah hingga panen membangun disiplin dan tanggung jawab,” jelas Mulsa.

Senada, Kepala Subseksi Pengolahan Hasil Kerja dan Sarana Kerja, Eko Cahyono, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian memiliki nilai pembinaan sekaligus ekonomi. Hasil panen akan dipasarkan kepada mitra Acun Aquarium melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS), sekaligus mendorong Warga Binaan mengembangkan keterampilan yang bernilai dan bermanfaat untuk kemandirian.

“Melalui pemasaran hasil panen, Warga Binaan dapat melihat bahwa keterampilan yang dipelajari memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri,” ungkap Eko.

Kegiatan panen melibatkan jajaran petugas, Warga Binaan, serta peserta magang. Panen ini menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk menghadirkan kegiatan produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Melalui panen ini, Lapas Pangkalpinang berkomitmen kembangkan ketahanan pangan sebagai bagian dari pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Pemanfaatan lahan marginal akan terus ditingkatkan melalui pengembangan komoditas, keterampilan pertanian, dan jejaring pemasaran bersama mitra untuk mendukung kemandirian Warga Binaan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Pangkalpinang

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0