Tak Pandang Bulu, Inilah Wujud Jaminan Kesehatan Petugas Pemasyarakatan dan WBP

Tak Pandang Bulu, Inilah Wujud Jaminan Kesehatan Petugas Pemasyarakatan dan WBP

Ambon, INFO_PAS – Di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda, jajaran Pemasyarakatan masih tetap berupaya untuk menjamin fasilitas kesehatan baik bagi petugas maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sejumlah langkah telah dan masih ditempuh untuk menjaga kondisi fisik para petugas dan WBP untuk tetap prima.

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon membagikan paket berisi suplemen/vitamin, masker, dan hand sanitizer, Senin (14/3). Kepala Rutan Ambon, Jose Quelo, menjelaskan paket diberikan kepada petugas sebagai upaya antisipasi pencegahan penyabaran COVID-19,

“Penting menjaga kesehatan dalam bertugas dapat membuat kita terhidar dari segala jenis penyakit, khususnya COVID-19,” ungkap Jose.

Ia berharap, petugas selalu menjaga kesehatan dengan baik dan selalu mengonsumsi vitamin untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Dengan demikian, tugas dapat dijalankan dengna baik pula.

“Jika memungkinkan, paket ini akan kita dibagikan juga kepada WBP, mengingat interaksi antara petugas dan WBP begitu dekat, sehingga perlu penanganan berkelanjutan. Walaupun pemerintah telah melonggarkan tidak adanya PCR dan antigen untuk perjalanan udara, laut darat, akan tetapi protokol kesehatan agar selalu dipatuhi dengan baik, yakni dengan tetap memakai masker dan mencuci tangan,” ucap Jose.

Sementara itu, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua mengambil langkah dengan menambah stok obat-obatan. Tak hanya di masa pandemi, hal ini memang wajib dilakukan sebagai bentuk pelayanan kesehatan yang tertuang dalam Undang-Undang Pemasyarakatan Nomor 12 Tahun 1995 pasal 14.

Ernes L. Laturette selaku Kepala Lapas (Kalapas) Saparua mengatakan, kebutuhan obat merupakan hal yang sangat penting. Untuk itu, obat-obatan di klinik Lapas harus tetap tersedia.

“Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan obat-obatan menjadi hal yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan kesehatan WBP. Stok obat di klinik kami tambah sesuai jenis dan kebutuhan yang diperlukan, sehingga pelayanan kesehatan  di Lapas Saparua dapat terlaksana dengan baik,” ucap Kalapas Saparua, Senin (14/3).

Laturette meminta agar petugas selalu memantau ketersediaan obat-obatan di klinik. “Jika obat yang ada di klinik sudah habis, tolong untuk segera dilaporkan supaya ketersediaan obat-obatan tetap ada,” pintanya.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Saparua, Ellen D. Anakotta menjelaskan, obat-obatan ini nantinya akan didistribusikan untuk WBP sesuai dosis dan kebutuhan yang tepat. Sebelum diberikan, tentunya WBP yang bersangkutan telah diperiksa kondisi kesehatanya di klinik Lapas.

“WBP akan diperiksa kesehatanya terlebih dahulu, kemudian obat tersebut akan dititipkan di pos pengamanan dan petugas jaga yang akan memberikanya ke WBP sesuai waktu, jenis, dan takaran obat yang sudah ditentukan,” jelas Ellen. (prv)

 

Kontributor: Rutan Ambon, Lapas Saparua

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0