Tembus Panggung Publik, Lapas Kelas I Tangerang Hadirkan Karya Pembinaan di IMIFEST dan IMIPAS RUN 2025
Jakarta, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang kembali buktikan kiprahnya dalam memperluas ruang pembinaan di luar tembok Lapas. Melalui partisipasi aktif di ajang IMIFEST dan IMIPAS RUN 2025 yang digelar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (16/11), Lapas Kelas I Tangerang tidak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi ampil sebagai representasi keberhasilan pembinaan yang produktif dan berdaya guna.
IMIFEST tahun ini menjadi magnet besar bagi 2.500 peserta dari jajaran pegawai Imigrasi dan Pemasyarakatan, mitra strategis, hingga masyarakat umum. Mengangkat tema “Bergerak Bersama Mewujudkan Layanan Publik Semakin PASTI”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas unit kerja untuk memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong budaya hidup sehat melalui Fun Run 5K dan 10K.
Rangkaian acara berlangsung meriah dan beragam, mulai dari lomba lari, hiburan musik, pelayanan paspor di tempat, hingga pameran produk kreatif yang menampilkan karya-karya Warga Binaan dari berbagai satuan kerja. Di tengah keramaian itu, stan Pemasyarakatan menjadi salah satu titik perhatian, khususnya karena produk-produk yang dipamerkan merupakan hasil karya Warga Binaan—buah dari pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Berbagai produk unggulan ditampilkan, mulai dari minuman olahan, makanan kemasan, hingga produk kerajinan kreatif. Pameran ini tidak hanya memperlihatkan potensi keterampilan Warga Binaan, tetapi juga menjadi etalase bahwa hasil pembinaan Pemasyarakatan telah memasuki ekosistem ekonomi kreatif dan layak bersaing di pasar terbuka.
Kepala Seksi Pengelolaan Hasil Kerja, Aldri Maitaruna, menjelaskan keterlibatan dalam IMIFEST memiliki peran strategis yang lebih dari sekadar kehadiran simbolis. “Partisipasi ini bukan hanya untuk menunjukkan Lapas bisa menghasilkan karya, tetapi juga untuk membangun kepercayaan publik. Kami ingin masyarakat melihat bahwa proses pembinaan di Lapas memiliki kualitas dan arah yang jelas. Produk yang dihasilkan bukan sekadar praktik, tetapi betul-betul bisa menjadi sumber penghidupan saat Warga Binaan kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kepala Seksi Sarana Kerja, Sakti Wahyu Gumilar, menambahkan keberhasilan pembinaan bukan hanya dilihat dari wujud produk, tetapi dari proses pemberdayaan yang terjadi di baliknya. “Setiap produk yang dipajang lahir dari pelatihan kerja yang kami desain sesuai standar vokasional. Fokus kami bukan hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan etos kerja, kedisiplinan, dan kesiapan mental untuk kembali berdaya,” jelasnya.
Melalui IMIFEST, Lapas Tangerang tidak hanya tampil sebagai Lapas, tetapi sebagai institusi pembina yang proaktif, inovatif, dan terbuka terhadap ruang interaksi publik. Kegiatan ini juga mempererat kerja sama antara Pemasyarakatan dan Imigrasi sebagai satu keluarga dalam satu kementerian sekaligus menunjukkan proses pembinaan harus dilakukan secara terbuka dan tidak terpisah dari masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan disambut antusias oleh peserta dan masyarakat. Dengan partisipasi ini, Lapas Kelas I Tangerang berharap IMIFEST menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memperkuat sinergi satuan kerja Kemenimias, tetapi juga menjadi jembatan baru menuju penerimaan sosial Warga Binaan melalui karya yang nyata dan bernilai.
IMIFEST dan IMIPAS RUN 2025 menunjukkan Pemasyarakatan bukan hanya soal keamanan, tapi juga tentang memberi kesempatan, memulihkan, dan membantu Warga Binaan kembali ke masyarakat. Di tengah ribuan peserta yang berlari di Gelora Bung Karno, Lapas Tangerang hadir membawa pesan jelas: pembinaan yang dilakukan dengan serius bisa membuka peluang perubahan nyata. (IR)
Kontributor: Lapas Kelas I Tangerang
What's Your Reaction?


