Terima Kunjungan Kakanwil, Rutan Perempuan Surabaya Tampilan Pemenuhan Hak Anak dan Pembinaan
Sidoarjo, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya terima kunjungan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kusnali, bersama Ketua Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (Pipas) Daerah Jawa Timur, Noer Adhe, Senin (20/7). Kunjungan tersebut jadi momentum untuk meninjau pemenuhan hak anak bawaan sekaligus pelaksanaan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
Didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Perempuan Surabaya, Widyawati, rombongan mengunjungi blok hunian untuk menyapa dua anak bawaan yang tinggal bersama ibu mereka di dalam Rutan, yakni balita perempuan berinisial A berusia 1 tahun 2 bulan dan bayi laki-laki berinisial K berusia 2 bulan.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Pipas Daerah Jawa Timur serahkan bantuan berupa perlengkapan serta kebutuhan bayi dan balita sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang anak yang berada di lingkungan Pemasyarakatan.
Noer Adhe mengatakan setiap anak berhak memperoleh perhatian dan kasih sayang meskipun berada di lingkungan Pemasyarakatan bersama ibunya.
"Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak sekaligus menjadi bentuk kepedulian kami kepada para ibu yang tetap menjalankan perannya dalam merawat dan membesarkan buah hati. Semoga perhatian kecil ini membawa semangat dan kebahagiaan bagi mereka," ujarnya.
Salah seorang Warga Binaan, A, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada dirinya dan sang buah hati.
"Saya sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada saya dan anak saya. Kepedulian ini membuat saya merasa lebih tenang dan semakin bersemangat menjalani pembinaan di sini," ungkapnya.
Usai meninjau blok hunian, rombongan melanjutkan kunjungan ke area kegiatan kerja Warga Binaan. Di lokasi tersebut, Kusnali dan Noer Adhe melihat secara langsung pelaksanaan pembinaan kemandirian melalui kegiatan merajut dan membatik, termasuk pelatihan membatik motif shibori. Keduanya juga berdialog dengan Warga Binaan yang mengikuti program pembinaan.
Kusnali mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dikembangkan Rutan Perempuan Surabaya. Menurutnya, pembinaan berbasis keterampilan menjadi bekal penting bagi Warga Binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
"Pembinaan kemandirian harus terus diperkuat karena menjadi bekal nyata bagi Warga Binaan. Keterampilan seperti merajut dan membatik tidak hanya menghasilkan produk bernilai, tetapi juga membangun rasa percaya diri serta membuka peluang bagi Warga Binaan untuk hidup mandiri setelah selesai menjalani masa pidana," tutur Kusnali.
Salah seorang Warga Binaan, T, yang mengikuti pelatihan membatik motif shibori mengaku telah mempelajari teknik tersebut selama beberapa bulan. Menurutnya, pelatihan itu memberikan pengalaman baru karena ia mempelajari proses melipat, mengikat, hingga pewarnaan kain yang sebelumnya belum pernah dikenalnya.
"Saya sudah beberapa bulan belajar membatik motif shibori. Awalnya saya belum pernah mengenal teknik ini, tetapi sekarang saya sudah memahami proses melipat, mengikat, hingga pewarnaan kain. Saya senang mendapat keterampilan baru yang semoga bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat nanti," ujarnya.
Kunjungan dilanjutkan dengan melihat berbagai hasil karya Warga Binaan yang dipamerkan di area kegiatan kerja. Beragam produk, seperti tas rajut, kopiah rajut, kain batik, serta makanan dan minuman olahan, mendapat apresiasi dari rombongan sebagai hasil nyata program pembinaan yang terus berjalan di Rutan Perempuan Surabaya.
Plt. Kepala Rutan Perempuan Surabaya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kakanwil beserta Ketua Pipas Daerah Jawa Timur. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Rutan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Kepala Kantor Wilayah dan Ibu Ketua Pipas Daerah Jawa Timur. Dukungan dan perhatian yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pemenuhan hak Warga Binaan, serta mengembangkan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata sebagai bekal mereka ketika kembali ke masyarakat," pungkas Widyawati.
Kunjungan ini semakin memperkuat upaya Rutan Perempuan Surabaya dalam hadirkan layanan Pemasyarakatan yang humanis melalui pemenuhan hak anak bawaan dan pembinaan kemandirian. Sinergi bersama Kanwil Ditjenpas Jawa Timur dan Pipas Daerah Jawa Timur diharapkan terus mendukung peningkatan kualitas pembinaan sehingga Warga Binaan memiliki bekal untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Perempuan Surabaya
What's Your Reaction?


