Tingkatkan Layanan Medis 24 Jam, Lapas Wahai Bentuk Kader Kesehatan Warga Binaan

Tingkatkan Layanan Medis 24 Jam, Lapas Wahai Bentuk Kader Kesehatan Warga Binaan

Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus berikan pelayanan prima di bidang kesehatan bagi Warga Binaan. Langkah nyata tersebut ditunjukkan melalui sosialisasi, pembentukan, sekaligus pelatihan Kader Kesehatan yang melibatkan tujuh Warga Binaan pilihan sebagai perwakilan dari masing-masing kamar hunian, Senin (20/7).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Warga Binaan yang ditugaskan sebagai kader sehingga mereka berperan aktif mendukung optimalisasi pelayanan medis di lingkungan Lapas selama 24 jam. Para peserta dibekali cara mengidentifikasi gejala dasar penyakit, melakukan pertolongan pertama, hingga memahami prosedur cepat dalam melaporkan kondisi darurat medis yang terjadi di dalam kamar hunian.

Petugas kesehatan yang memberikan pelatihan teknis medis, Fajar Pradhana, menuturkan materi sosialisasi difokuskan pada penanganan praktis dan kejelasan alur tanggap darurat. "Kami membekali para kader dengan kemampuan dalam melakukan pertolongan pertama, deteksi dini gejala penyakit dasar, edukasi pola hidup bersih, dan yang paling krusial adalah pemahaman alur komunikasi. Mereka harus tahu persis kapan dan bagaimana segera melapor ke petugas jaga jika terjadi situasi darurat medis di kamar hunian," tegasnya.

Hadirnya program baru ini disambut antusias oleh Warga Binaan. RP, salah seorang Warga Binaan yang terpilih menjadi Kader Kesehatan, bersyukur atas kepercayaan dan ilmu yang ia peroleh.

"Sekarang kami tidak panik lagi jika ada rekan sekamar yang tiba-tiba sakit di malam hari karena sudah paham langkah pertolongan pertama dan alur pelaporannya. Tugas ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar lebih peduli dan bermanfaat bagi sesama," tutur RP.

Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menjelaskan program ini menjadi wadah pembentukan karakter positif bagi Warga Binaan yang dilibatkan. "Warga Binaan yang kami pilih untuk disosialisasikan dan dilatih ini adalah mereka yang menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan dan punya jiwa sosial tinggi. Melalui sosialisasi ini, kami mulai memupuk rasa kepedulian mereka terhadap sesama, sehingga ketika bebas nanti, ilmu ini juga bermanfaat di masyarakat," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan inovasi ini merupakan langkah krusial guna meminimalisir risiko keterlambatan penanganan kedaruratan medis. "Kami ingin memastikan hak kesehatan Warga Binaan terpenuhi tanpa celah. Kader Kesehatan akan menjadi perpanjangan tangan kami di blok. Ketika malam hari atau saat petugas terbatas, merekalah yang menjadi garis depan untuk mendeteksi dini jika ada rekan sekamarnya yang tiba-tiba sakit. Keberadaan mereka diproyeksikan menjadi mata dan telinga di blok hunian sehingga mata rantai pemantauan kesehatan tetap terjaga ketat selama 24 jam penuh," jelasnya.

Melalui pembentukan Kader Kesehatan, Lapas Wahai berharap terciptanya lingkungan hunian yang lebih sehat, aman, dan kondusif. Langkah ini juga diharapkan memastikan pelayanan kesehatan yang responsif tanpa hambatan waktu sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan Pemasyarakatan yang sehat dan humanis. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Wahai

What's Your Reaction?

like
2
dislike
0
love
2
funny
0
angry
0
sad
0
wow
2