Transformasi Karakter Warga Binaan Kristen Protestan, Lapas Tual Lakukan Pendekatan Spiritual

Transformasi Karakter Warga Binaan Kristen Protestan, Lapas Tual Lakukan Pendekatan Spiritual

Langgur, INFO_PAS – Suasana khidmat selimuti Gereja Oikumene Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Selasa (7/4). Puluhan Warga Binaan beragama Kristen Protestan tampak tekun mengikuti rangkaian ibadah dan bimbingan rohani rutin. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari program pembinaan yang berfokus pada transformasi karakter melalui pendekatan spiritual.

Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menegaskan bahwa pembinaan mental spiritual merupakan pilar utama dalam proses reintegrasi sosial. Menurutnya, perubahan perilaku yang berkelanjutan harus dimulai dari pembenahan hati dan pola pikir.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi Warga Binaan, salah satunya melalui pemenuhan hak beribadah. Melalui bimbingan rohani ini, kami ingin mereka memiliki bekal mental yang kuat agar saat bebas nanti siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Senada, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja Lapas Tual, Keneth Huwae, menjelaskan bahwa evaluasi terhadap perilaku Warga Binaan menunjukkan tren positif sejak penguatan program spiritual ini dilakukan. Program tersebut dirancang agar setiap Warga Binaan memiliki ketahanan iman selama menjalani masa pidana.

“Kami melihat adanya perubahan signifikan dalam kedisiplinan dan cara berinteraksi antar-Warga Binaan. Pendekatan spiritual membantu mereka melepaskan beban masa lalu dan menumbuhkan harapan baru. Ini merupakan bagian dari strategi kami untuk menciptakan suasana Lapas yang kondusif dan humanis,” ungkapnya.

Keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi berkelanjutan antara Lapas Tual dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tenggara. Penyuluh Agama Kristen Protestan Kemenag Maluku Tenggara, Meilan Simaela, yang hadir sebagai pendamping spiritual, menekankan pentingnya pendampingan yang menyentuh sisi personal.

“Tugas kami adalah membawa firman kehidupan ke balik jeruji. Kami memberikan penguatan iman serta konseling agar mereka menyadari bahwa masa depan tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin berubah. Fokus kami adalah membangkitkan rasa berharga dalam diri mereka di hadapan Tuhan, sehingga termotivasi untuk bertransformasi secara menyeluruh,” katanya.

Program pembinaan rohani ini dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, mencakup kegiatan ibadah bersama hingga sesi konseling kelompok, guna memastikan setiap Warga Binaan Kristen Protestan di Lapas Tual mendapatkan pendampingan spiritual yang optimal. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Tual

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0