UPT Pemasyarakatan Jatim Ramaikan Bazar Produk Warga Binaan

UPT Pemasyarakatan Jatim Ramaikan Bazar Produk Warga Binaan

Sidoarjo, INFO_PAS — Rumah Tahana Negara (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya hadirkan beragam produk hasil karya Warga Binaan pada Bazar Produk Warga Binaan yang diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Jumat (10/4). Sajian seperti donat, arem-arem, dan asinan buah menjadi pilihan favorit, dilengkapi minuman segar seperti es belimbing wuluh, es telang, dan es rosella. Tak hanya itu, produk rajutan berupa tas, gantungan kunci, dan peci juga turut dipamerkan dan diminati pengunjung.

Stan Rutan Perempuan Surabaya tampak ramai dipadati pengunjung sejak awal acara. Para petugas sigap melayani pembeli, sementara seluruh produk yang ditawarkan merupakan hasil program pembinaan kemandirian Warga Binaan. Antusiasme yang tinggi membuat seluruh dagangan laris terjual dalam waktu singkat.

Kepala Rutan Perempuan Surabaya, Yuyun Nurliana, mengungkapkan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti Warga Binaan mampu menghasilkan karya yang layak bersaing di masyarakat.

“Kami terus mendorong Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan kepercayaan diri karena karya mereka diapresiasi,” tutur Yuyun.

Salah satu pengunjung, Vira, tertarik mencoba es telang yang dijual di stand tersebut. “Warnanya menarik dan rasanya segar. Saya tidak menyangka ini dibuat oleh Warga Binaan, ternyata kualitasnya sangat baik,” katanya.Pada kesempatan yang sama, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Madiun yang tergabung dalam stan bazar Koordinator Wilayah Madiun menampilkan berbagai produk unggulan hasil karya Warga Binaan yang memiliki nilai jual tinggi. Produk-produk tersebut antara lain kerajinan tangan, seperti tempat tisu, asbak, talenan, dan set cangkir, serta aneka produk makanan, seperti keripik tempe, keripik pisang, keripik basreng, keripik ubi ungu, dan peyek. Seluruh produk yang dipamerkan mendapat perhatian dan apresiasi dari para pengunjung karena kualitasnya yang baik dan layak bersaing di pasaran.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Denny Wahyu Kristanto, menyampaikan  keikutsertaan dalam bazar ini menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan kemandirian yang diberikan kepada Warga Binaan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkanWarga Binaan memiliki kemampuan dan kreativitas yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menegaskan  pihaknya berkomitmen penuh dalam mendukung program pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan produktivitas Warga Binaan. “Kami terus mendorong Warga Binaan untuk aktif mengikuti berbagai pelatihan keterampilan. Harapannya, setelah bebas nanti mereka memiliki bekal yang cukup untuk kembali ke masyarakat dan hidup mandiri,” harapnya.

Melalui bazar ini, diharapkan produk-produk hasil karya Warga Binaan makin dikenal luas serta mampu membuka peluang kerja dan usaha, sekaligus menghapus stigma negatif terhadap Warga Binaan dengan menunjukkan sisi produktif dan kreatif mereka. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Perempuan Surabaya, Lapas Pemuda Madiun

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0