Usai Dua Kabupaten, Empat Ton Kompos Lapas Pangkalpinang Dikirim ke Bangka Selatan
Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali tunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui pengiriman empat ton kompos hasil karya Warga Binaan ke kelompok tani Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (21/4). Pengiriman tersebut secara resmi dilepas oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina.
Pengiriman ini merupakan yang ketiga setelah sebelumnya kompos hasil karya Warga Binaan telah disalurkan ke dua kabupaten, yakni Bangka Tengah sebanyak enam ton dan Kabupaten Bangka sebanyak 6,5 ton. Dengan demikian, total kompos yang telah didistribusikan mencapai 16,5 ton.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan pengiriman kompos secara berkelanjutan merupakan wujud nyata pelaksanaan tugas Pemasyarakatan dalam pembinaan kemandirian Warga Binaan. Ia berharap dukungan dari pimpinan dan pihak eksternal terus menguatkan pengembangan inovasi pembinaan ke depan.
“Dengan dukungan Ibu Kakanwil, kami akan mengembangkan pembuatan kompos dan demplot di Pulau Belitung melalui sinergi dengan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Balai Pemasyarakatan Kelas II Tanjungpandan, pemerintah daerah (pemda), dan pihak eksternal lainnya guna mendukung penguatan inovasi pembinaan kemandirian,” harap Sugeng.
Selaku Kakanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina mengapresiasi inovasi tersebut dan menilai program pengolahan kompos harus memberi dampak lebih luas. Tidak hanya bagi pembinaan Warga Binaan, tetapi juga bagi lingkungan, pemda, dan sektor industri, termasuk dukungan terhadap pengelolaan limbah non B-3 PLTU.
Ade menambahkan program pembuatan kompos sebagai salah satu kreativitas pembinaan kemandirian ini harus menjadi cita-cita besar yang dikolaborasikan dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Menurutnya, dukungan bersama juga perlu diperkuat, termasuk dengan menyampaikan program tersebut kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
“Program ini harus terus berlanjut, tidak boleh berhenti sampai di sini. Dukungan dari seluruh jajaran sangat diperlukan agar pembinaan kemandirian ini berjalan optimal dan makin memajukan Lapas Pangkalpinang sebagai komitmen bersama,” pesan Ade.
Melalui kegiatan ini, diharapkan program pembinaan kemandirian di Lapas Pangkalpinang terus berkembang, memperluas jangkauan kerja sama dengan kelompok tani di berbagai daerah serta mendukung ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (IR)
Kontributor: Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


