Bantuan 1.000 Buku untuk Warga Binaan Lapas Kelas I Cipinang Dorong Budaya Membaca dan Literasi

Bantuan 1.000 Buku untuk Warga Binaan Lapas Kelas I Cipinang Dorong Budaya Membaca dan Literasi

Jakarta, INFO_PAS – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, sampaikan apresiasi atas bantuan ribuan buku yang diberikan kepada Warga Binaan. Buku-buku tersebut diberikan dalam kegiatan Gotong Royong Literasi dan Penyerahan Bantuan 1.000 Buku untuk Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang, Jakarta, Kamis (4/6). Hadir pula Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, bersama anggota DPR RI.

Dirjenpas menyebut ribuan buku tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap pelaksanaan pembinaan sekaligus motivasi bagi Warga Binaan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. “Pemberian bantuan ini merupakan kepedulian nyata terhadap pelaksanaan pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan. Kehadiran Bapak Willy Aditya beserta jajaran menjadi energi positif dan penguatan bahwa Warga Binaan tetap mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk terus memperbaiki diri,” ujarnya.

Mashudi menegaskan literasi merupakan bagian penting dalam proses pembinaan karena dapat membantu Warga Binaan memperluas wawasan, membangun pola pikir yang positif, dan menumbuhkan semangat untuk terus berkembang. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) berkomitmen menghadirkan berbagai program pembinaan produktif dan bernilai tambah, termasuk melalui penguatan budaya membaca di lingkungan Pemasyarakatan.

“Kami harap seluruh Warga Binaan menjaga dan memanfaatkan bantuan buku tersebut sebagai sarana belajar dan refleksi diri. Koleksi buku tersebut tidak hanya bermanfaat bagi Warga Binaan, tetapi juga dimanfaatkan petugas sehingga budaya membaca dan belajar tumbuh menjadi budaya bersama,” tambah Dirjenpas.

Selaku Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya berharap bantuan buku tersebut memperkuat budaya literasi dan menjadi sarana pengembangan diri bagi Warga Binaan. “Literasi membuka kesempatan bagi setiap orang untuk terus belajar dan berkembang. Kami berharap buku-buku ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menambah wawasan, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik," pesannya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepedulian terhadap penguatan literasi di Lapas tersebut. Menurutnya, buku menjadi bagian penting dalam proses pembinaan untuk membangun kembali karakter dan harapan Warga Binaan.

“Bagi kami, buku bukan sekadar bacaan, tetapi jendela perubahan. Melalui literasi, Warga Binaan mendapatkan ruang untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Wachid.

Wachid menegaskan pembinaan di Lapas Kelas I Cipinang terus diarahkan untuk menyentuh aspek pengetahuan, karakter, dan nilai kehidupan. “Tembok Lapas mungkin membatasi ruang gerak, tetapi tidak boleh membatasi ilmu dan harapan. Melalui Aula Bina Insan dan Komunitas Baca LENTERA, kami ingin menghadirkan ruang tumbuh bagi Warga Binaan untuk menemukan kembali potensi terbaik dalam dirinya,” tambahnya.

Ke depannya, Ditjenpas berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan humanis, inklusif, dan berkelanjutan guna mempersiapkan Warga Binaan menjadi pribadi yang lebih baik serta siap kembali ke tengah masyarakat. (df)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0