Warga Binaan Jepang Berbagi Pengalaman, Lapas Cipinang Perkuat Pembelajaran Lintas Budaya
Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang kembangkan pembelajaran lintas budaya dengan menjadikan pengalaman dan kompetensi Warga Binaan sebagai sumber pengetahuan. Melalui kegiatan Knowledge Sharing: Learning from Japan, Jumat (16/10), PKBM Warga Mandiri hadirkan Warga Binaan berkewarganegaraan Jepang untuk berbagi wawasan tentang budaya, pendidikan, dan kehidupan masyarakat Jepang.
Kegiatan yang diikuti puluhan Warga Binaan ini hadirkan KZ sebagai narasumber, didampingi seorang Warga Binaan yang menguasai bahasa Jepang sebagai pemandu acara sekaligus penghubung komunikasi dengan peserta. Kegiatan dibuka oleh Pembina PKBM Warga Mandiri, Septiyawan, dan berlangsung interaktif dengan pembahasan seputar kedisiplinan, kebersihan, pengelolaan sampah, pendidikan karakter, hingga budaya kerja.
KZ juga menceritakan pengalamannya menekuni profesi sebagai chef meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang kuliner. Kisah tersebut memberi wawasan kepada peserta bahwa minat, pengalaman, dan kemauan belajar dapat menjadi modal untuk mengembangkan kompetensi.
“Saya senang bisa berbagi pengalaman dengan teman-teman di sini. Kita memiliki latar belakang berbeda, tetapi selalu ada pengetahuan yang bisa dibagikan dan dipelajari bersama. Saya berharap kesempatan seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Salah seorang Warga Binaan, SR, mengaku mendapat perspektif baru tentang pentingnya kedisiplinan dan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya tertarik dengan cerita tentang kebiasaan masyarakat Jepang, terutama kedisiplinan dan menjaga kebersihan. Ternyata banyak hal sederhana yang bisa kami pelajari dan mulai terapkan dari diri sendiri,” ujarnya.
Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Cipinang, Yudha Ageng CH, menyampaikan pesan Kepala Lapas, Dr. Syarpani, agar PKBM Warga Mandiri terus membuka ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan potensi dan berbagi pengetahuan.
“Bapak Kalapas mendorong agar PKBM tidak hanya menjadi tempat memperoleh pendidikan kesetaraan, tetapi juga ruang belajar yang memanfaatkan keberagaman pengalaman dan keterampilan Warga Binaan. Setiap individu memiliki potensi untuk belajar sekaligus memberi manfaat bagi sesamanya,” jelas Yudha.
Melalui kegiatan ini, Lapas Cipinang dorong pembelajaran yang inklusif dan partisipatif dengan memberi kesempatan kepada Warga Binaan untuk berperan sebagai narasumber maupun pendukung proses belajar. Dengan demikian, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki dapat menjadi sumber pembelajaran bersama. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Cipinang
What's Your Reaction?


