Warga Binaan Lapas Ambon Panen 35 Ikat Kangkung dari Pemanfaatan Lahan Kosong
Ambon, INFO_PAS — Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali tunjukkan produktivitas nyata di balik tembok Pemasyarakatan. Melalui pembinaan kemandirian di bidang pertanian bersama peserta magang nasional, mereka berhasil memanen 35 ikat kangkung segar yang ditanam di atas pemanfaatan lahan kosong di lingkungan Lapas, Selasa (27/10). Hasil panen ini nantinya akan langsung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan di dapur Lapas.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Zulkipli Salampessy, mengungkapkan keberhasilan panen ini merupakan buah dari konsistensi pembinaan yang diberikan kepada Warga Binaan. Ia menyampaikan pemanfaatan lahan tidur di area Lapas terus digalakkan agar Warga Binaan memiliki keterampilan produktif yang berguna selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat kelak.
"Kami ingin memastikan waktu yang dihabiskan Warga Binaan di Lapas diisi dengan kegiatan positif dan bernilai ekonomis. Dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada, mereka dilatih untuk terampil bertani sekaligus hasilnya bisa langsung dirasakan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dapur Lapas secara mandiri," ujar Zulkipli.
Senada, salah seorang Warga Binaan berinisial MK bersyukur dan antusias bisa mengikuti program pembinaan kemandirian ini. Ia menceritakan bahwa merawat tanaman kangkung memberikan kesibukan yang bermanfaat dan mengusir kejenuhan selama menjalani masa pembinaan.
"Awalnya kami hanya mencoba merapikan lahan kosong ini, lalu mulai menanam bibit kangkung bersama-sama. Rasanya sangat senang dan bangga saat melihat hasilnya bisa dipanen hari ini. Kegiatan ini membuat kami merasa lebih produktif dan punya keahlian baru yang Inshaallah bermanfaat setelah bebas nanti," tutur MK.
Keberhasilan panen ini juga menjadi pengalaman berharga bagi para peserta magang nasional yang turut diterjunkan langsung mendampingi proses pembinaan di lapangan. Salah satu peserta magang nasional, Febrian L Rijoly, mengungkapkan rasa bangganya bisa ikut ambil bagian bersama Warga Binaan mengolah lahan hingga menikmati hasil panen. Ia menilai kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana Lapas tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan yang produktif.
"Terlibat langsung dalam pendampingan pertanian bersama Warga Binaan merupakan pengalaman yang luar biasa bagi kami. Melihat antusiasme mereka merawat tanaman hingga bisa memanen 35 ikat kangkung hari ini menunjukkan proses pembinaan kemandirian di Lapas Ambon berjalan dengan sangat baik dan berdampak nyata," ungkap Febrian.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Ambon, Rizal Mesfer, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan panen kangkung tersebut. "Pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif adalah bukti Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga wadah transformasi diri yang positif. Panen 35 ikat kangkung ini adalah langkah kecil yang bermakna besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus wujud kemandirian Warga Binaan yang siap berintegrasi kembali dengan masyarakat," tegasnya.
Kegiatan bercocok tanam ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan, tetapi juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui optimalisasi sektor pertanian di Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. Keberhasilan panen perdana ini diharapkan menjadi motivasi bagi Warga Binaan lainnya untuk terus aktif mengikuti berbagai program pelatihan kemandirian yang diselenggarakan oleh Lapas Ambon sehingga tercipta sumber daya manusia Pemasyarakatan yang mandiri, terampil, dan berdaya saing tinggi. (IR)
Kontributor: Lapas Ambon
What's Your Reaction?


