Warga Binaan Lapas Banjarmasin Produksi Cookies Cokelat dan Panen Komoditas Pertanian

Warga Binaan Lapas Banjarmasin Produksi Cookies Cokelat dan Panen Komoditas Pertanian

Banjarmasin, INFO_PAS – Asah keterampilan sekaligus mendorong kemandirian, tiga Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin ikuti pembinaan produksi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah berupa cookies cokelat, Rabu (26/8). Kegiatan dilaksanakan oleh tiga Warga Binaan, yakni IR, ZA, dan BU didampingi Aulia Rizki Utami selaku petugas kegiatan kerja. Ketiganya terlibat langsung dalam proses pengolahan cookies cokelat dan berhasil menghasilkan 20 toples cookies sebagai  pembelajaran dan pengembangan keterampilan kerja.

Aulia menyampaikan pendampingan dilakukan untuk memastikan proses produksi berjalan dengan baik sekaligus memberikan pengalaman kerja kepada Warga Binaan. “Kami mendampingi Warga Binaan mulai dari proses persiapan hingga pengolahan cookies. Selain menghasilkan produk, yang paling penting adalah memberikan pengalaman dan keterampilan yang dapat mereka kembangkan menjadi kegiatan produktif,” terangnya.

Salah seorang Warga Binaan, ZA, senang dapat mengikuti produksi cookies karena mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru yang menjadi bekal untuk masa depan. “Keterampilan seperti ini bisa menjadi bekal bagi saya untuk melakukan kegiatan yang produktif dan mudah-mudahan dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menyampaikan produksi cookies menjadi salah satu bentuk pendayagunaan Warga Binaan melalui kegiatan kerja yang memiliki nilai keterampilan dan ekonomi. “Kami terus mendorong Warga Binaan untuk aktif dalam kegiatan kerja yang produktif. Produksi cookies bukan hanya melatih keterampilan mengolah makanan, tetapi juga mengajarkan proses produksi yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Ke depan, kami akan terus melakukan pendampingan agar produk yang dihasilkan makin berkualitas dan memiliki nilai jual,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Lapas (Kalapas) Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pembinaan kemandirian melalui kegiatan kerja merupakan bagian penting dalam mempersiapkan Warga Binaan kembali ke tengah masyarakat. “Pembinaan keterampilan seperti ini menjadi upaya membekali Warga Binaan dengan kemampuan yang dapat dikembangkan secara mandiri. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan menjadi modal untuk berkarya dan memperoleh penghasilan secara positif setelah kembali ke masyarakat,” harapnya.

Produksi sebanyak 20 toples cookies cokelat tersebut menjadi salah satu bentuk nyata hasil pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di Lapas Banjarmasin. Kegiatan ini diharapkan terus berkembang sehingga Warga Binaan memiliki keterampilan, pengalaman, dan rasa percaya diri untuk membangun kehidupan yang lebih produktif setelah kembali ke masyarakat.

Selain itu, Warga Binaan bersama jajaran kegiatan kerja juga melaksanakan panen kangkung dan kacang tanah yang menghasilkan total 164 kilogram komoditas pertanian. Panen tersebut terdiri dari 157 kilogram kangkung dan tujuh kilogram kacang tanah yang dibudidayakan di area brandgang dengan total luas lahan mencapai 45 meter persegi.

Lahan produktif tersebut terbagi dalam tiga area, yakni lahan pertama berukuran 33 meter × 0,5 meter dengan luas 16,5 meter persegi, lahan kedua berukuran 6 meter × 1,5 meter seluas sembilan meter persegi, dan lahan ketiga berukuran 13 meter × 1,5 meter seluas 19,5 meter persegi. Kegiatan ini menjadi pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan di bidang pertanian sekaligus memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif.

Bagus mengatakan pemanfaatan area brandgang menjadi lahan produktif merupakan salah satu upaya mengoptimalkan ruang yang tersedia sekaligus memberikan kegiatan kerja yang bernilai bagi Warga Binaan. “Area brandgang kami manfaatkan secara optimal untuk kegiatan produktif. Hasil panen ini menunjukkan dengan ketekunan dan perawatan yang baik, lahan yang terbatas tetap bisa menghasilkan dan menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan,” terangnya.

Sementara itu, Kalapas mengapresiasi jajaran kegiatan kerja dan Warga Binaan yang terus mengembangkan lahan produktif di lingkungan Lapas. “Panen ini menjadi bukti pembinaan kemandirian berjalan secara nyata melalui pemanfaatan lahan yang tersedia. Kami ingin setiap kegiatan kerja yang diikuti Warga Binaan tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga membentuk keterampilan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Akhmad.

Selain menghasilkan komoditas pertanian, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembentukan sikap kerja Warga Binaan. Mereka belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan ketekunan dalam merawat tanaman hingga menghasilkan panen. Kegiatan tersebut diharapkan memberikan keterampilan nyata kepada Warga Binaan sebagai bekal untuk kembali menjalani kehidupan yang produktif dan mandiri di tengah masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0